kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.060   26,00   0,14%
  • IDX 4.923   -261,84   -5,05%
  • KOMPAS100 621   -37,02   -5,63%
  • LQ45 480   -28,13   -5,53%
  • ISSI 170   -9,33   -5,20%
  • IDX30 268   -15,36   -5,41%
  • IDXHIDIV20 349   -17,33   -4,73%
  • IDX80 71   -4,20   -5,57%
  • IDXV30 98   -4,16   -4,07%
  • IDXQ30 88   -4,90   -5,27%

Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,16 Triliun, BI Dorong Pembiayaan Syariah Produktif


Senin, 19 Oktober 2026 / 10:54 WIB
Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,16 Triliun, BI Dorong Pembiayaan Syariah Produktif
ILUSTRASI. Ilustrasi Reksadana Syariah (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026 mencatatkan transaksi business matching pembiayaan dan perdagangan syariah senilai Rp 3,16 triliun. Bank Indonesia (BI) berharap capaian tersebut tidak berhenti pada angka transaksi, tetapi berlanjut menjadi aktivitas produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro mengatakan, ISEF yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 turut membukukan penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp 13,85 miliar.

Dari total business matching senilai Rp 3,16 triliun, pembiayaan syariah mencapai Rp 2,6 triliun, sedangkan perdagangan syariah sebesar Rp 558,4 miliar. Selain itu, terdapat komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah senilai Rp 6,05 triliun. 

Baca Juga: Rupiah Makin Tertekan, BI Diproyeksi Kerek BI-Rate Jadi 6% di Oktober 2026

“Capaian ini mencerminkan aktivitas yang terbangun. Ke depan, yang terpenting adalah memastikan capaian tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat," tutur Solikin dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Solikin menegaskan pengembangan ekonomi syariah perlu diarahkan pada peningkatan kesejahteraan yang inklusif. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga dari semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati manfaatnya.

Untuk itu, pembiayaan syariah perlu terhubung dengan kegiatan produktif, sementara keuangan sosial syariah perlu diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Adapun capaian ISEF 2026 turut didukung tingginya partisipasi masyarakat dan kuatnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. ISEF dikunjungi sekitar 93 ribu orang, dengan jangkauan melalui media massa dan media sosial mencapai 26,5 juta orang.

Kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal, mulai dari UMKM, lembaga keuangan syariah, industri kreatif, hingga investor domestik dan internasional. Partisipasi tersebut memperluas ruang kolaborasi sekaligus membuka peluang usaha, pembiayaan, dan perdagangan bagi pelaku ekonomi syariah.

Solikin menekankan tiga pilar utama dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yaitu integrasi rantai nilai halal dari hulu ke hilir, perluasan pembiayaan syariah melalui inovasi dan integrasi keuangan komersial dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi yang didukung transformasi digital.

Solikin mengajak seluruh pihak menjadikan ISEF sebagai pijakan untuk memperluas kontribusi ekonomi dan keuangan syariah bagi perekonomian nasional. Berbagai inisiatif dan kolaborasi yang terbangun melalui ISEF 2026 diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: BI-Rate Diramal Tetap 5,75% pada Oktober 2026, Tapi Peluang Kenaikan Terbuka

“Keberhasilan kita ke depan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dijalankan, tetapi oleh perubahan nyata yang kita hasilkan bagi dunia usaha dan kesejahteraan masyarakat," tegas Solikin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×