kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.991   56,09   0,71%
  • KOMPAS100 1.128   11,36   1,02%
  • LQ45 818   2,79   0,34%
  • ISSI 282   4,00   1,44%
  • IDX30 426   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 512   -3,01   -0,58%
  • IDX80 126   0,93   0,75%
  • IDXV30 139   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,53   -0,38%

TNI mengaku tidak menerima dana Freeport


Jumat, 28 Oktober 2011 / 16:19 WIB
TNI mengaku tidak menerima dana Freeport
ILUSTRASI. ilustrasi. Buruh iPhone di India belum digaji empat bulan. REUTERS/Edgar Su


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Berbeda dengan kepolisian, TNI membantah pernah menerima dana dari PT Freeport Indonesia. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengaku tidak pernah menerima dana tersebut.

"Kalau TNI tidak. Saya tidak pernah terima," katanya di kantor Presiden, Jumat (28/10).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengakui anggota kepolisian di Papua menerima dana atau semacam uang makan dari Freeport. Dana Freeport diterima sebagai uang saku tambahan karena situasi yang sulit di wilayah konflik tersebut.

Meski menerima uang dari Freeport, Timur menegaskan independesi kepolisian akan tetap terjaga dan tidak terpengaruh. Seperti yang diberitakan, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi PKB Lily Chadijah Wahid mensinyalir Polri dan TNI mendapat kucuran dana senilai US$ 14 juta dollar dari Freeport untuk mengamankan aset perusahaan asing tersebut.

Oleh karena itu, Lily menganggap adanya penerimaan dana tersebut mengakibatkan TNI-Polri tidak membela masyarakat Papua, melainkan bertindak keras terhadap mereka dan mendukung PT Freeport.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×