kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

TNI mengaku tidak menerima dana Freeport


Jumat, 28 Oktober 2011 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi. Buruh iPhone di India belum digaji empat bulan. REUTERS/Edgar Su


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Berbeda dengan kepolisian, TNI membantah pernah menerima dana dari PT Freeport Indonesia. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengaku tidak pernah menerima dana tersebut.

"Kalau TNI tidak. Saya tidak pernah terima," katanya di kantor Presiden, Jumat (28/10).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengakui anggota kepolisian di Papua menerima dana atau semacam uang makan dari Freeport. Dana Freeport diterima sebagai uang saku tambahan karena situasi yang sulit di wilayah konflik tersebut.

Meski menerima uang dari Freeport, Timur menegaskan independesi kepolisian akan tetap terjaga dan tidak terpengaruh. Seperti yang diberitakan, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi PKB Lily Chadijah Wahid mensinyalir Polri dan TNI mendapat kucuran dana senilai US$ 14 juta dollar dari Freeport untuk mengamankan aset perusahaan asing tersebut.

Oleh karena itu, Lily menganggap adanya penerimaan dana tersebut mengakibatkan TNI-Polri tidak membela masyarakat Papua, melainkan bertindak keras terhadap mereka dan mendukung PT Freeport.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×