kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.857   -43,00   -0,25%
  • IDX 8.013   77,56   0,98%
  • KOMPAS100 1.130   13,49   1,21%
  • LQ45 819   3,46   0,42%
  • ISSI 283   5,25   1,89%
  • IDX30 426   0,20   0,05%
  • IDXHIDIV20 512   -2,67   -0,52%
  • IDX80 126   1,21   0,97%
  • IDXV30 139   0,23   0,16%
  • IDXQ30 139   -0,40   -0,29%

Tinjau Surabaya, ini pesan Jokowi


Kamis, 25 Juni 2020 / 14:02 WIB
Tinjau Surabaya, ini pesan Jokowi
Presiden Joko Widodo memberi pengarahan pengendalian penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6/2020).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengingatkan tahapan dalam memasuki kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau penanganan Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur. Asal tahu saja saat ini, Surabaya merupakan salah satu daerah dengan penularan Covid-19 yang tinggi.

Baca Juga: Alumni UNPAD, kuda hitam pemegang jabatan Direksi dan Komisaris Grup Emiten BUMN

"Apabila ini terkendali dan masuk ke new normal saya minta tahapannya diprakondisikan terlebih dahulu. Ada prakondisi untuk menuju ke sana jangan tahu-tahu langsung dibuka tanpa sebuah prakondisi yang baik," ujar Jokowi saat memberi pengarahan, Kamis (25/6).

Setelah itu, waktu pelaksanaan kenormalan baru juga harus ditentukan dengan baik. Penentuan wilayah yang akan dibuka harus diperhitungkan. Perhitungan tersebut harus memperhatikan risiko setiap sektor yang akan dibuka. Jokowi mengingatkan tidak seluruh sektor dapat dibuka bersamaan.

Baca Juga: Pemerintah siapkan alokasi subsidi bunga sebesar Rp 35,2 triliun bagi UMKM

"Sektor mana dulu yang harus dibuka yang menjadi prioritas bukan langsung semuanya langsung," terang Jokowi. Sektor yang memiliki risiko rendah bisa dibuka lebih dulu. Sementara sektor dengan risiko sedang dan tinggi bisa dibuka bertahap kemudian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×