kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Timwas Century Batal Panggil Anas ke DPR


Senin, 04 Maret 2013 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung dan pedagang mengenakan masker saat pameran produk UMKM Depok di Mal The Park, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/10). Mengulas reformasi pajak UMKM yang dijalankan pada tahun depan.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Tim Pengawas (Timwas) Skalndal Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan tidak akan mengundang Anas Urbaningrum dalam forum rapat Timwas Century DPR. Timwas memutuskan ini setelah beberapa orang anggota Timwas mengunjungi Anas di kediamannya

"Menurut kami keterangan Anas belum diperlukan di Timwas," kata Anggota Timwas Century asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani di Jakarta, Senin (3/3). Apa iniartinya informasi yang disampaikan Anas tidak valid atau tidak baru?

Menurut Yani, data yang disampaikan Anas dalam pertemuan sekitar 2,5 jam itu harus dikonfirmasi. Yani mengatakan pihaknya akan merencanakan untuk memanggil empat nama yang disebut mantanKetua Umum Partai Demokrat itu sebagai pihak yang banyak memiliki informasi terkait Century.

Meski demikian, anggota komisi III DPR itu enggan untuk menyebut siapa nama-nama yang dimaksudkannya. "Memang ada politisinya," ungkap Yani.

Yani hanya menyebut, orang-orang yang disebut Anas adalah pihak yang diduga menerima aliran dana Century. Ada pula pihak yang mengetahui proses pengambilan kebijakan bailout senilai Rp 6,7 triliun tersebut.

Selain Yani, anggota Timwas Skandal Century DPR yang ikut berkunjung ke kediaman Anas adalah Fahri Hamzah (PKS), Syarifudin Suding (Hanura), Chandra Tirta Wijaya (PAN) dan Hendrawan Supratikno (PDIP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×