kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tiga alasan mengapa BI perlu melonggarkan kebijakan suku bunga bulan ini


Selasa, 16 Juni 2020 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Pegawai menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (4/3) pagi, bergerak menguat 105 poin atau 0,74 persen m


Reporter: Bidara Pink | Editor: Adinda Ade Mustami

Dari data BPS, neraca dagang surplus hingga US$ 2,09 miliar. Namun demikian, surplus tersebut disebabkan oleh anjloknya kinjera ekspor maupun impor. Ini juga menandakan, kondisi ekonomi dalam negeri masih mengalami tekanan.

Pengamat Ekonomi Perbanas Intitute Piter Abdullah menambahkan, keputusan Bank Sentral Amerika Serikat yang menahan Fed Fund Rate di kisaran 0%-0,25% pada awal Juni lalu, tak akan berpengaruh banyak terhadap keputusan BI. Sebab, saat ini interest rate differential alias perbedaan suku bunga luar dan dalam negeri masih lebar sehingga imbal hasil Indonesia masih menarik.

Eric Sugandi, Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan, juga mengatakan, "Dengan pemangkasan BI7DRRR, BI akan memberikan bantuan dari sisi moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Eric kepada KONTAN.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×