kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tiga alasan mengapa BI perlu melonggarkan kebijakan suku bunga bulan ini


Selasa, 16 Juni 2020 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Pegawai menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (4/3) pagi, bergerak menguat 105 poin atau 0,74 persen m


Reporter: Bidara Pink | Editor: Adinda Ade Mustami

Dari data BPS, neraca dagang surplus hingga US$ 2,09 miliar. Namun demikian, surplus tersebut disebabkan oleh anjloknya kinjera ekspor maupun impor. Ini juga menandakan, kondisi ekonomi dalam negeri masih mengalami tekanan.

Pengamat Ekonomi Perbanas Intitute Piter Abdullah menambahkan, keputusan Bank Sentral Amerika Serikat yang menahan Fed Fund Rate di kisaran 0%-0,25% pada awal Juni lalu, tak akan berpengaruh banyak terhadap keputusan BI. Sebab, saat ini interest rate differential alias perbedaan suku bunga luar dan dalam negeri masih lebar sehingga imbal hasil Indonesia masih menarik.

Eric Sugandi, Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan, juga mengatakan, "Dengan pemangkasan BI7DRRR, BI akan memberikan bantuan dari sisi moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Eric kepada KONTAN.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×