kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tiga alasan BI pangkas target pertumbuhan ekonomi


Jumat, 14 Maret 2014 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Promo Mingguan J.CO 24-30 Oktober 2022 (Dok/J.CO Indonesia)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menargetkan pertumbuhan ekonomi pada batas tengah dari perkiraan awal level 5,8%-6,2% dan revisi batas bawah pertumbuhan ekonomi di level 5,5%-5,9%.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, kecenderungan bank sentral untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 ada pada kisaran 5,7%.

"Kami memang merevisi ke bawah dari target 5,8% ke target level tengah. Jadi sekitar 5,7%," jelas Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/3).

Perry menjelaskan, terdapat tiga faktor utama bank sentral menargetkan batas tengah pertumbuhan ekonomi di level 5,7% tersebut.

Pertama, kata Perry, adalah lantaran pertumbuhan ekonomi dunia khususnya mitra dagang utama dunia termasuk China, memiliki kecenderungan tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini tentu berdampak pada permintaan ekspor komoditas Indonesia.

Faktor kedua, adalah harga-harga komoditas semula diperkirakan sudah memiliki tanda-tanda perbaikan pada tahun ini, rupanya terjadi sebaliknya. Faktor ketiga adalah karena konsumsi masyarakat pada kenyataannya tidak sekuat seperti yang diperkirakan sebelumnya.

"Antara lain bahwa pengaruh dari pemilu tidak sebesar pemilu sebelumnya khususnya dlm pengeluaran terhadap konsumsi. Itu yang semua yang terkait dengan semakin kuat atau beratnya penegakan pertumbuhan ekonomi," jelas Perry Warjiyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×