kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.679.000   7.000   0,42%
  • USD/IDR 16.490   100,00   0,60%
  • IDX 6.520   249,06   3,97%
  • KOMPAS100 949   42,15   4,65%
  • LQ45 738   34,14   4,85%
  • ISSI 202   5,55   2,82%
  • IDX30 382   17,70   4,85%
  • IDXHIDIV20 462   16,68   3,75%
  • IDX80 107   4,47   4,34%
  • IDXV30 110   2,54   2,36%
  • IDXQ30 125   5,23   4,36%

Tidak ada pengamanan, inflasi bisa ke 8%


Rabu, 02 Maret 2011 / 20:43 WIB
Tidak ada pengamanan, inflasi bisa ke 8%
ILUSTRASI. Booth pengembang perumahan dan properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) saat pameran properti REI Expo di Jakarta Convention Center, Senin (4/5/2015). KONTAN/Daniel Prabowo


Reporter: Irma Yani |

JAKARTA. Komite Ekonomi Nasional (KEN) menilai, saat ini sejumlah asumsi makro dalam APBN 2011 sudah tak relevan. Untuk itu, Sekretaris KEN Aviliani menyarankan, pemerintah segera merevisi asumsi, makro yang ada saat ini. Menurutnya, asumsi makro yang dibuat pemerintah terlalu optimis bisa tercapai, jika melihat situasi dan kondisi saat ini.

“Sejauh ini harus dan perlu direvisi,” singkatnya, Rabu (2/3). Maklum saja, pasalnya Aviliani menilai, gejolak harga pangan dan minyak dunia saat ini menyebabkan sejumlah asumsi tidak lagi relevan.

Ia memaparkan, salah satu asumsi makro yang menurutnya perlu direvisi itu ialah inflasi. Misalnya inflasi yang diprediksi pemerintah hanya 5,3%, sedangkan proyeksi KEN sekitar 6,5. “Pemerintah belum terlihat mengamankan, sangat bahaya, bisa berpotensi ke 8%, " hitungnya.

Maklum saja, pasalnya dalam situasi gejolak harga pangan dan minyak mentah dunia yang terus meningkat, ukuran inflasi di level 0% pun belum tentu diikuti dengan harga murah. “Bisa saja harga tetap mahal karena orang punya ekspektasi harga pangan dan BBM akan naik. Jadi dua itu akan mendominasi makanya pemerintah belum berani cabut subsidi karena diperkirakan akan menjebol inflasi,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×