kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Tiba-Tiba Naik Jadi 5,5%, BI Rate Diprediksi Naik Lagi Jika Rupiah Tembus Rp 18.500


Selasa, 09 Juni 2026 / 14:31 WIB
Tiba-Tiba Naik Jadi 5,5%, BI Rate Diprediksi Naik Lagi Jika Rupiah Tembus Rp 18.500
ILUSTRASI. Logo BI. BI menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% di luar jadwal rutin RDG BI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tak biasa dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% di luar jadwal rutin Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang seharusnya digelar pada 17-18 Juni 2026 mendatang.

Namun, kenaikan BI rate kali ini kemungkinan bukan yang terakhir tahun ini.

Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Myrdal Gunarto melihat, peluang kenaikan BI Rate masih terbuka apabila tekanan terhadap nilai tukar rupiah berlanjut. Menurutnya, alarm kenaikan suku bunga BI akan kembali menyala jika kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 18.500 per dolar AS.

Myrdal melihat saat ini kebijakan BI memang cenderung fleksibel terkait suku bunga acuan. Fleksibilitas ini bergantung pada kondisi rupiah maupun inflasi. Namun, ia berharap ruang kenaikan kembali bunga moneter masih terbatas ke depan. 

“Dengan begitu momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, meski alarm kenaikan BI Rate akan kembali menyala jika USD/IDR kembali menembus 18.500 pada bulan ini," ujar Myrdal dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,5%, Bukan Solusi Mujarab Tapi Penting untuk Pulihkan Kepercayaan

Myrdal bilang pada dasarnya keputusan BI menaikkan suku bunga lebih cepat dari jadwal merupakan langkah antisipatif untuk meredam pelemahan rupiah yang dalam sebulan terakhir bergerak cepat hingga menembus level Rp 18.000 per dolar AS.

Selain menaikkan BI Rate menjadi 5,50%, BI juga mengerek suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50% dan Lending Facility menjadi 6,25%.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik sehingga dapat menahan arus keluar modal asing sekaligus menjaga kecukupan likuiditas valuta asing di dalam negeri.

Di samping kenaikan suku bunga, BI juga memperkuat bauran kebijakan melalui peningkatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), penurunan biaya swap lindung nilai bagi investor asing, pembukaan kembali fasilitas repo bagi perbankan, serta peningkatan frekuensi operasi moneter rupiah dan valuta asing.

Meski suku bunga lebih tinggi berpotensi menahan aktivitas ekonomi tertentu, Myrdal masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai setidaknya 5,22% pada 2026. 

Sektor pertanian, transportasi, properti residensial, energi, dan hilirisasi non-tambang diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan.

Namun sebaliknya, sektor konsumsi dan manufaktur yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor berpotensi menghadapi tekanan lebih besar akibat kombinasi suku bunga tinggi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Baca Juga: BI Rate Naik Mendadak ke 5,50%, Begini Respons Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×