kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Thomas Djiwandono Bantah Isu Akan Geser Posisi Gubernur BI Perry Warjiyo


Rabu, 28 Januari 2026 / 18:37 WIB
Thomas Djiwandono Bantah Isu Akan Geser Posisi Gubernur BI Perry Warjiyo
ILUSTRASI. Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (Dok/Kemenkeu)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, membantah isu yang menyebut dirinya akan dipromosikan menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan Perry Warjiyo.

Thomas yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan menegaskan, penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI semata-mata terjadi karena kekosongan jabatan, menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur sebelumnya, Juda Agung, dan telah melalui mekanisme serta prosedur yang berlaku.

“Poin saya, proses penunjukan ini dipicu oleh pengunduran diri Deputi Gubernur sebelumnya. Jadi urusan soal (promosi) Gubernur BI atau segala macam itu tidak ada. Kalau ada sumber yang menyatakan hal lain, silakan ditanyakan kembali ke mereka,” ujar Thomas di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Lantik 22 Pejabat Bea Cukai Baru, Purbaya: Kalau Mengecewakan, Saya Atur Ulang

Ia menambahkan, jika terdapat sumber informasi yang menyebut adanya agenda terselubung di balik penunjukannya, hal tersebut tidak berdasar.

“Saya ditunjuk sebagai Deputi Gubernur melalui proses dan mekanisme yang sudah ada. Tidak ada satu pun yang dilewati, dilanggar, apalagi dibelok-belokkan,” tegasnya.

Thomas menjelaskan, keputusannya maju dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Deputi Gubernur BI didorong oleh adanya kesempatan mengabdi di bank sentral akibat kekosongan jabatan tersebut.

“Saya merasa ini sebuah kesempatan untuk mengabdi di tempat lain. Tetap di urusan ekonomi. Tadinya fiskal, sekarang kita bicara moneter,” katanya.

Ia juga menegaskan, pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI tidak berkaitan dengan kepentingan politik. Dalam proses pencalonan tersebut, Thomas mengaku telah mengundurkan diri sebagai anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra pada 31 Desember 2025.

Menurutnya, pengunduran diri tersebut dilakukan atas pertimbangan prinsip pribadi, bukan karena adanya permintaan khusus agar dirinya maju ke jajaran pimpinan bank sentral.

“Sebagai anggota (Partai Gerindra), saya resign 31 Desember 2025 karena juga prinsip tersebut. Kayaknya, kok rasa-rasanya, lebih baik (mundur) meskipun aturannya di Kemenkeu tidak ada,” jelas dia.

Baca Juga: Molor Dari Target, Kesepakatan RI soal Tarif Trump Dilakukan Minggu Kedua Februari

Thomas menegaskan, fokusnya saat ini adalah menjalankan amanah sebagai Deputi Gubernur BI terpilih sesuai mandat undang-undang dan menjaga independensi bank sentral.

Selanjutnya: Astra UD Trucks Gandeng Pertamina Patra Niaga, Fokus Keandalan Armada Niaga Nasional

Menarik Dibaca: 7 Jenis Keju Sehat yang Aman untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×