kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Teten: UMKM bisa menjadi penyangga ekonomi di tengah merebaknya corona


Kamis, 05 Maret 2020 / 22:39 WIB
Teten: UMKM bisa menjadi penyangga ekonomi di tengah merebaknya corona
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) usai pengumumuman seleksi terbuka JPT Madya di Kemenkop dan UKM, Jakarta (17/1/2020).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona telah memukul perekonomian global. Dalam situasi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang, UMKM bisa menjadi kekuatan penyangga ekonomi nasional.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut dalam situasi ekonomi yang sedang terpukul, UMKM bisa menjadi tulang punggung dan andalan untuk menggerakkan ekonomi domestik.

Baca Juga: Bantu UMKM naik kelas, Majoo hadirkan aplikasi wirausaha

"Kalau usaha besar pasti menunggu situasi membaik untuk pengembangan bisnis dan investasinya, beda dengan UMKM, usahanya harus tetap jalan, untung sedikit tidak apa-apa. UMKM memang paling dinamis,” kata Teten dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (5/3).

Baca Juga: Minimalkan dampak corona, CSIS minta pemerintah optimalkan ekonomi dalam negeri

Saat situasi sedang krisis, UMKM menjadi andalan dalam penyerapan tenaga kerja, mensubstitusi produk konsumsi atau setengah jadi. Saat ini menjadi momentum agar masyarakat membeli dan mengonsumsi produk UMKM.

Masyarakat pun diminta tidak perlu panik kekurangan barang konsumsi lantaran UMKM mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Yang penting daya beli masyarakat terjaga dan kegiatan UMKM terus menggeliat.

Jumlah usaha mikro saat ini mendominasi skala usaha di Indonesia yang jumlahnya mencapai 63 juta unit, sedangkan usaha kecil mencapai 783.000 unit.

Karena itu, pemerintah akan terus memastikan usaha mikro dan kecil tetap berjalan dan semakin kuat dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu sekalipun. Untuk itu pemerintah berencana mengeluarkan stimulus bagi UMKM. Stimulus ini jadi mendorong pertumbuhan UMKM yang berdaya saing dan memberi kontribusi yang makin besar bagi perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×