kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Terkait inflasi, BI perhatikan harga minyak dunia


Rabu, 01 April 2015 / 22:37 WIB
ILUSTRASI. PT Intraco Penta Tbk (INTA) tetap optimis penjualan alat berat tetap tumbuh di tengah penurunan harga batu bara dan CPO.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) beranggapan inflasi yang terjadi pada bulan Maret masih terkendali. Kelompok volatile food atau harga barang bergejolak masih mengalami deflasi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan inflasi Maret yang mencapai 0,17% bersumber dari kelompok administered prices. Otoritas moneter ini menilai perkembangan inflasi ini masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4% plus minus 1% pada 2015.

Inflasi administered prices tercatat sebesar 0,83% (month to month) atau 11,49% (year on year), meningkat dari dua bulan sebelumnya yang secara berturut-turut mengalami deflasi. Inflasi administered prices terutama didorong oleh kenaikan harga bensin premium, solar, LPG 12 kg, serta harga bensin pertamax, seiring dengan kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Maka dari itu, BI terus mencermati berbagai risiko yang dapat mempengaruhi inflasi. "Terutama terkait dengan perkembangan harga minyak dunia," ujar Tirta dalam siaran persnya, Rabu (1/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×