kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Terkait hitung cepat, wartawan Kompas TV diancam


Kamis, 10 Juli 2014 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Warga menandai jalan yang berlubang dengan pilox di ruas jalan pantura, Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (12/2/2022). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/rwa.


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Uji Agung Santosa

MANADO. Wartawan Kompas TV di Manado, Ishak Kushrant, menerima ancaman dari seseorang. Diduga ancaman tersebut diterimanya terkait dengan pemberitaan di Kompas TV.

Ishak mengatakan kepada Kompas.com bahwa ancaman tersebut dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) ke nomor telepon selulernya. "Isi SMS tersebut bernada ancaman sampai membakar kantor biro dan studio Kompas TV," ujar Ishak, Kamis (10/7).

Salah satu isi SMS tersebut adalah, "Biadab pendusta curang berita miring dari Kompas, hati-hati jangan murka Tuhan turun atas kejahatan kalian," tulis peneror tersebut.

Isi SMS lainnya berisikan nada ancaman, "Hati-hati jangan semua studio kalian Kompas TV di seluruh Indonesia hangus terbakar karena kecurangan dan kejahatan kalian."

Ishak menduga ancaman yang diterimanya tersebut terkait dengan penayangan hasil hitung cepat yang ditayangkan Kompas TV berdasarkan hasil quick count Litbang Kompas yang memenangkan capres Jokowi-JK.

Mendapat ancaman tersebut, Ishak belum berniat melaporkan ke polisi. Menurut Ishak, ia sudah berkoordinasi dengan kantor pusat Kompas TV di Jakarta. "Saya sudah lapor ke kantor, dan saya diminta menahan diri dulu," ujar Ishak. (Ronny Adolof Buol)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×