kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Telah lahir badan pengelola perbatasan


Kamis, 19 Mei 2016 / 16:34 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo hari ini, Kamis (19/5/2016) meresmikan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. BNPP akan mengoordinasikan agar seluruh anggaran pembangunan perbatasan dari 22 Kementerian/Lembaga bisa optimal.

Menurut Tjahjo, masih banyak permasalahan yang terjadi di perbatasan, yang menghambat pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan tapal batas. "Perbatasan yang masih bermasalah itu batas dengan negara lain yang belum clear," ujar Tjahjo.

Tjahjo memberi contoh, bahwa persoalan yang masih sulit diselesaikan yaitu perbatasan dengan Malaysia. Menurutnya, belum ada kejelasan terkait tapal batas kedua negara. "Saya kira jaraknya satu langkah sudah beda. Melangkah ke sana sudah Malaysia atau Indonesia. Bahkan ada yang ber-KTP ganda. Makanya ini harus clear, jelas tapal batasnya," ucap Tjahjo.

Namun, lanjut Tjahjo, beberapa perbatasan lain sudah hampir rampung persoalannya, misalnya di Filipina, Singapura, Papua Nugini dan Timor Leste. Keberadaan kantor baru tersebut diharapkan dapat memperlancar koordinasi BNPP dengan sejumlah stakeholders atau pemangku kepentingan.

Hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lokasi perbatasan serta demi menjaga kedaulatan NKRI.

(Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×