kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Taufik Kiemas ogah calonkan Jokowi pimpin Jakarta


Senin, 12 Maret 2012 / 19:45 WIB
ILUSTRASI. Penerbitan Obligasi TBLA Sudarmo Tasmin. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/28/02/2018


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Popularitas Walikota Solo, Joko Widodo alias Jokowi ternyata tidak menarik perhatian Taufik Kiemas, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Oleh karena itu, PDI-P menurut politisi senior ini, tidak memasukkan nama Jokowi dalam bursa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012-2017. Alasan Taufik, masa jabatan Jokowi masih belum usai di Kota Solo.

"Saya tidak setuju (Jokowi). Kalau jabatannya belum selesai kemudian mencalonkan ditempat lain, seolah-olah dia tidak menyelesaikan tugas di daerah sebelumnya," kata Taufik di Jakarta, Senayan (12/3).

Menurutnya, PDI-P memiliki banyak calon yang bisa dipinang untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. "Kami punya banyak pilihan untuk Wakil Gubernur," terang Taufik.

Di DPRD Jakarta, PDI-P memiliki 11 kursi. Sementara, syarat minimal mengusung kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur, wajib memiliki 14 kursi. Agar bisa mengusung pasangan calon sendiri, PDI-P harus menggalang koalisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×