kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Target 5 juta sertifikasi lahan tak tercapai


Rabu, 27 Desember 2017 / 11:13 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya mengejar target penerbitan 5 juta sertifikat pada tahun 2017. Saat ini pemerintah masih terus memetakan, mengukur dan mendaftar bidang lahan yang akan disertifikasi.

Darmin Nasution, Menko Perekonomian mengatakan, per Desember 2017, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah berhasil mencapai target pemetaan, pengukuran, dan pendaftaran sejumlah 5.220.509 bidang tanah. Itu sama saja lebih dari 100% dari target yang ditetapkan.

Tapi ternyata dari 5,2 juta bidang lahan tersebut tidak semua memenuhi syarat untuk diterbitkan sertifikatnya.

"Hanya 4.198.702 bidang atau sekitar 81,81% dari target yang memenuhi syarat," katanya belum lama ini.

Pemerintah tahun 2017 ini punya target menerbitkan 5 juta sertifikat tanah. Presiden Joko Widodo mengakui, target tersebut terkendala oleh kekurangan juru ukur tanah. Untuk itu Jokowi telah memerintahkan Kementerian Agraria untuk mengatasi masalah tersebut. "Juru ukur kurang ya ditambah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×