kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Tanah bergerak, 9 rumah di Bandung Barat rusak


Senin, 20 Januari 2014 / 18:42 WIB
Tanah bergerak, 9 rumah di Bandung Barat rusak
ILUSTRASI. Hingga Senin (29/8), ada 2.871 kasus baru corona dengan 44.514 kasus aktif.. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANDUNG. Sebanyak sembilan rumah di Kampung Cikalong, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, rusak akibat tanah yang berada di bawahnya bergerak.

Menurut data yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, dari 9 rumah warga yang rusak tersebut 3 diantaranya rusak berat dan 5 rumah rusak sedang. "Hanya satu rumah yang rusak ringan," kata Staf Kedaruratan Badan BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dharma Chairiana, saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2014).

Dharma menjelaskan, tiga rumah yang mengalami kerusakan berat diketahui adalah milik Ade Rachmat, Aris dan Tony. Untuk rumah yang mengalami rusak sedang, lanjutnya, adalah milik Rohmat, Ade, Uso, Ahmad dan Imas Tarwillah. Sementara satu rumah yang rusak ringan adalah milik Soma.

Pergerakan tanah yang juga merusak rumah warga pernah terjadi di Kampung Cinta Laksana, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tahun lalu. Di daerah yang lokasinya terletak tidak jauh dari Kampung Cikalong itu, 34 rumah dilaporkan hampir runtuh.

Dharma menjelaskan, intensitas hujan yang cukup tinggi sejak awal Januari 2014 ini menjadi salah satu penyebab pergerakan tanah di lokasi tersebut. "Salah satu penyebabnya adalah tersumbatnya saluran air ditambah curah hujan yang tinggi," tuturnya.

"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, warga yang rumahnya rusak sementara ini terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara mereka masing-masing. "Pihak BPBD hanya bisa mengimbau agar malam hari warga selalu waspada," tegasnya. (Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×