kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Tak sabaran, Menteri Susi kerap jadikan Sri Mulyani pelampiasan emosi


Senin, 19 Agustus 2019 / 10:54 WIB
ILUSTRASI. DIALOG OPTIMALISASI SEKTOR PERIKANAN


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kerap dinilai tegas rupanya bisa saling melengkapi. Lantaran hal itu pula lah, kedua Srikandi Kabinet Kerja itulah tidak hanya dekat sebagai rekan kerja, namun juga dekat secara personal. 

Susi misalnya, meski dikenal tegas namun mengaku paling tidak bisa kalau disuruh sabar. Baginya kesabaran itu menguras energi.

"Saya bisa segalanya, apapun, tetapi sabar enggak bisa saya," ujarnya saat menjadi pembicara di acara Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/8). 

Baca Juga: Sri Mulyani: Film Bumi Manusia sangat layak ditonton

Susi mengatakan kerap diingatkan oleh Sri Mulyani untuk menahan emosi dan mencoba bersabar atas segala hal yang dihadapinya, khususnya bila terkait dengan birokrasi. Maklum Susi adalah salah satu menteri yang datang dari kalangan profesional. 

Bekerja dengan para aparat birokrasi dirasakan Susi kerap membuatnya gemas. Salah satunya yakni saat Susi ingin kerja cepat, namun para birokrat belum bisa diajak kerja cepat seperti yang ia inginkan. 

Alhasil meski kerap diingatkan, Susi tetap tidak bisa sabar. Ia justru mengatakan kerap menjadikan Sri Mulyani sebagai pelampiasan. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×