Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan teknologi dan kebutuhan belajar siswa, mendorong para guru terus mengembangkan metode pembelajaran. Inovasi tidak hanya dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, juga dengan mengubah proses belajar agar siswa lebih aktif, kritis, dan mampu menghubungkan materi dengan persoalan di sekitarnya.
Sejumlah pendidik mengembangkan pendekatan tersebut melalui pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan literasi di sekolah.
Mahendra Surya misalnya. Guru SMP Nation Star Academy Surabaya. Ia mengembangkan pembelajaran IPA berbasis project-based learning (PjBL) melalui proyek pembuatan bioplastik dari material biodegradable.
Dalam pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep pencemaran plastik, tetapi juga menganalisis dampaknya, mengenali material biodegradable, hingga merancang dan membuat prototipe bioplastik. Siswa kemudian mengevaluasi tekstur, fleksibilitas, daya tahan, serta potensi produk untuk terurai.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang dikembangkan Desi Susanti, guru SMA Negeri 1 Sendawar, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Ia mengembangkan model Detektif Sains untuk mengubah pembelajaran fisika menjadi aktivitas penyelidikan.
Baca Juga: Ada Audit Khusus Restitusi Pajak di RUU APBN 2027, Eksportir Diminta Waspada
Desi juga membagikan praktik pembelajarannya melalui lebih dari 76 video di kanal YouTube serta kegiatan pelatihan dan komunitas guru.
Sementara itu, inovasi di bidang literasi dikembangkan Meildy Louisa Kese dari Sekolah Lentera Harapan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Ia mengembangkan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) sebagai respons terhadap tantangan kemampuan membaca, menulis, dan berbicara siswa setelah pandemi.
Menurut Direktur Eksekutif Mentari Group, Natalina Rimba, praktik pembelajaran yang dikembangkan para pendidik perlu terus dibagikan agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan.
“Dan terus mendorong untuk mengembangkan dan membagikan inovasi yang telah dilakukan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan,” ujar Natalina, akhir pekan lalu.
Berbagai praktik tersebut mendapatkan Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026. Sebanyak 20 pendidik terpilih sebagai penerima penghargaan,
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














