kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Survei BI September 2026: Ekspektasi Kegiatan Usaha Ke Depan Masih Melemah


Kamis, 08 Oktober 2026 / 15:26 WIB
Survei BI September 2026: Ekspektasi Kegiatan Usaha Ke Depan Masih Melemah
ILUSTRASI. Konsumen mulai menurunkan ekspektasi terhadap prospek perkembangan kegiatan usaha ke depan. (ANTARA FOTO/RAHMAD)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Optimisme konsumen Indonesia terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan kembali menguat pada September 2026. Namun, di tengah ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang meningkat, konsumen justru mulai mengerem ekspektasi terhadap prospek perkembangan kegiatan usaha ke depan.

Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang mencatat Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) September 2026 sebesar 128,7, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 127,6.

"Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diperkirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK September 2026 sebesar 128,7, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 127,6," tulis laporan survei BI tersebut, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Survei BI: Persepsi Konsumen Atas Ekonomi Melemah, Penghasilan & Lapangan Kerja Turun

Kenaikan IEK terutama ditopang oleh meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang.

Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) tercatat sebesar 136,9 pada September 2026, naik dari 134,9 pada Agustus 2026. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) meningkat menjadi 127,7 dari sebelumnya 125,7.

Kenaikan kedua indeks tersebut menunjukkan konsumen semakin optimistis bahwa pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja akan membaik dalam enam bulan mendatang.

Namun, optimisme tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi terhadap perkembangan kegiatan usaha. Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) memang masih berada di level optimistis, tetapi justru kembali melemah pada September 2026.

"Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tercatat di level optimis sebesar 121,5, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 122,1," tulis laporan BI tersebut.

Jika ditarik ke awal tahun, pelemahan IEKU terlihat lebih jelas. Pada Januari 2026, IEKU masih berada di level 135,3. Indeks kemudian turun menjadi 130,9 pada Februari, 125,5 pada Maret, dan 124,1 pada April.

Baca Juga: Prabowo: Pemerintah Jamin Keamanan Investasi Asing di Indonesia

IEKU sempat meningkat tipis menjadi 124,5 pada Mei, sebelum kembali turun menjadi 121,2 pada Juni dan 120,4 pada Juli. Pada Agustus, indeks sempat berbalik naik 1,7 poin menjadi 122,1 dan menjadi salah satu penopang peningkatan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Namun, kenaikan tersebut belum berlanjut. Pada September 2026, IEKU kembali turun menjadi 121,5.

Dengan demikian, meski ekspektasi konsumen terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja terus menguat, perkembangan IEKU sepanjang 2026 menunjukkan bahwa keyakinan terhadap prospek kegiatan usaha masih cenderung melemah. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa optimisme konsumen belum sepenuhnya diikuti oleh keyakinan terhadap penguatan aktivitas dunia usaha.

Kondisi ini menunjukkan adanya sinyal yang berbeda dalam persepsi konsumen. Di satu sisi, responden semakin yakin terhadap prospek penghasilan dan lapangan kerja.

Di sisi lain, responden sedikit menurunkan ekspektasi terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimistis di seluruh kelompok pengeluaran.

Peningkatan indeks juga terjadi pada hampir seluruh kelompok, kecuali kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta sampai Rp 4 juta yang turun menjadi 131,4.

Berdasarkan kelompok usia, konsumen berusia 20 tahun sampai 30 tahun memiliki ekspektasi penghasilan paling tinggi dengan indeks 144,9.

Selanjutnya, kelompok usia 31 tahun sampai 40 tahun mencatat indeks sebesar 139,6.

Sementara itu, optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang juga berada di level optimistis pada seluruh tingkat pendidikan.

Peningkatan indeks terjadi pada hampir seluruh tingkat pendidikan. Namun, kelompok responden dengan pendidikan akademi atau diploma justru mengalami penurunan indeks menjadi 127,5.

Berdasarkan kelompok usia, peningkatan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja terjadi pada sebagian besar kelompok usia. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20 tahun sampai 30 tahun.

Adapun dari sisi kegiatan usaha, ekspektasi konsumen masih berada pada level optimistis di seluruh kelompok pengeluaran. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta sampai Rp 5 juta, yakni sebesar 127,5.

Berdasarkan kelompok usia, peningkatan ekspektasi kegiatan usaha hanya terjadi pada kelompok usia 20 tahun sampai 40 tahun. Sementara kelompok usia lainnya justru mengalami penurunan indeks.

Secara spasial, peningkatan IEK tertinggi terjadi di Padang, Pontianak, dan Banten. Sebaliknya, penurunan IEK terbesar terjadi di Semarang, Jakarta, dan Makassar.

Berdasarkan hasil survei BI dapat disimpulkan bahwa optimisme konsumen terhadap ekonomi enam bulan ke depan memang semakin kuat. Namun, pelemahan ekspektasi terhadap kegiatan usaha menunjukkan optimisme masyarakat terhadap pendapatan dan lapangan kerja belum sepenuhnya sejalan dengan penguatan keyakinan bahwa aktivitas dunia usaha akan semakin membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×