kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sudah 619 orang tewas di jalur mudik


Kamis, 16 Juli 2015 / 15:03 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sejak H-15 Hari Raya Idul Fitri, tercatat 619 orang tewas akibat kecelakaan di jalur mudik. Anggota Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Dhion, mengatakan, hal tersebut disebabkan banyaknya pemudik yang mengantuk ketika mengendarai kendaraannya.

"Biasanya sih karena mengantuk," ujar Dhion di Posko Koordinasi Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (16/7).

Rata-rata kecelakaan yang terjadi di jalur darat di Pulau Jawa ada sekitar 200 kejadian tiap harinya. Sekitar 50 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut tiap hari.

Dhion mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri untuk mengendarai kendaraan jika mengantuk. Jika memaksakan diri, kecelakaan bisa terjadi.

Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, tidak tercantum daerah-daerah rawan kecelakaan. Akan tetapi, berdasarkan peta tahunan, lokasi rawan kecelakaan banyak terdapat di Jawa Tengah, seperti di Pemalang, Batang, Subah, Kendal, Ungaran, Ambarawa, dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh, dini hari tadi, kecelakaan beruntun yang melibatkan bus, dua minibus, dan mobil terjadi di Semarang. Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dunia. (Jessi Carina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×