Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menyatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) bakal mengefisiensikan anggaran negara.
Bahlil mengungkapkan, langkah konkrit dimulainya proyek energi ramah lingkungan tersebut telah berjalan di lapangan melalui penyiapan dana investasi.
"Kita dorong untuk membangun PLTS 100 gigawatt peak. Groundbreakingnya sudah ada, investasinya kurang lebih sekitar US$ 73 miliar," ujarnya di Investor Daily Summit 2026, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Penambahan kapasitas pembangkit berbasis surya ini diharapkan mampu mengurangi beban pembiayaan energi yang selama ini menanggung beban kompensasi dan subsidi tinggi.
Baca Juga: Prabowo Bakal Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung 2029
Apabila seluruh tahapan pembangunan berhasil diselesaikan, potensi penghematan dana APBN diperkirakan bakal berdampak signifikan bagi kas keuangan negara.
"Insya Allah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp 70-73 triliun," kata Bahlil.
Tingginya nilai efisiensi tersebut penting mengingat alokasi anggaran subsidi dan kompensasi listrik yang dialokasikan pemerintah saat ini telah menembus angka ratusan triliun rupiah.
"Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang sudah lebih dari Rp 200 triliun. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini," tandasnya.
Baca Juga: Kejar Proyek PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan 24.000 Hektare Lahan di Jawa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














