kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Subsidi Listrik Tembus Rp 200 T, Bahlil Sebut PLTS 100 GWp Mampu Hemat APBN Rp 73 T


Rabu, 07 Oktober 2026 / 17:25 WIB
Subsidi Listrik Tembus Rp 200 T, Bahlil Sebut PLTS 100 GWp Mampu Hemat APBN Rp 73 T
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menyatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) bakal mengefisiensikan anggaran negara.

Bahlil mengungkapkan, langkah konkrit dimulainya proyek energi ramah lingkungan tersebut telah berjalan di lapangan melalui penyiapan dana investasi. 

"Kita dorong untuk membangun PLTS 100 gigawatt peak. Groundbreakingnya sudah ada, investasinya kurang lebih sekitar US$ 73 miliar," ujarnya di Investor Daily Summit 2026, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Penambahan kapasitas pembangkit berbasis surya ini diharapkan mampu mengurangi beban pembiayaan energi yang selama ini menanggung beban kompensasi dan subsidi tinggi. 

Baca Juga: Prabowo Bakal Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung 2029

Apabila seluruh tahapan pembangunan berhasil diselesaikan, potensi penghematan dana APBN diperkirakan bakal berdampak signifikan bagi kas keuangan negara.

"Insya Allah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp 70-73 triliun," kata Bahlil. 

Tingginya nilai efisiensi tersebut penting mengingat alokasi anggaran subsidi dan kompensasi listrik yang dialokasikan pemerintah saat ini telah menembus angka ratusan triliun rupiah.

"Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang sudah lebih dari Rp 200 triliun. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini," tandasnya.

Baca Juga: Kejar Proyek PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan 24.000 Hektare Lahan di Jawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×