kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Subsidi berkurang, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diprediksi melambat tahun depan


Rabu, 20 November 2019 / 21:08 WIB
Subsidi berkurang, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diprediksi melambat tahun depan
ILUSTRASI. Penjualan beras di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/10).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Kebijakan ini akan meningkatkan pengeluaran untuk layanan kesehatan bagi 89,7 juta jiwa atau 41% dari total pengguna BPJS Kesehatan.

Di samping itu, ada juga rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23% yang akan efektif pada 1 Januari 2020 yang nantinya berpotensi akan menaikkan harga rokok hingga 35%.

Baca Juga: China akan segera revisi PDB 2018 berdasarkan sensus ekonomi terbaru

Kenaikan harga rokok ini nantinya akan berkontribusi signifikan pada inflasi harga pangan bergejolak dan apalagi, bagi masyarakat bawah rokok adalah salah satu barang yang paling banyak dikonsumsi selain beras.

Oleh karena itu, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga, Faisal mengimbau pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan permintaan domestik. Apalagi, di tengah gejolak perekonomian dunia yang masih tidak pasti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×