kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Subsidi berkurang, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diprediksi melambat tahun depan


Rabu, 20 November 2019 / 21:08 WIB
ILUSTRASI. Penjualan beras di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/10).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Kebijakan ini akan meningkatkan pengeluaran untuk layanan kesehatan bagi 89,7 juta jiwa atau 41% dari total pengguna BPJS Kesehatan.

Di samping itu, ada juga rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23% yang akan efektif pada 1 Januari 2020 yang nantinya berpotensi akan menaikkan harga rokok hingga 35%.

Baca Juga: China akan segera revisi PDB 2018 berdasarkan sensus ekonomi terbaru

Kenaikan harga rokok ini nantinya akan berkontribusi signifikan pada inflasi harga pangan bergejolak dan apalagi, bagi masyarakat bawah rokok adalah salah satu barang yang paling banyak dikonsumsi selain beras.

Oleh karena itu, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga, Faisal mengimbau pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan permintaan domestik. Apalagi, di tengah gejolak perekonomian dunia yang masih tidak pasti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×