Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah mulai mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, optimalisasi kebijakan fiskal menjadi salah satu kunci untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%, lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang sebesar 5,4%.
Menurut Suahasil, APBN tidak hanya akan difungsikan sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal, tetapi juga dioptimalkan sebagai katalis untuk mendorong investasi, produksi, ekspor, penciptaan lapangan kerja formal, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas dan Stabilitas Ekonomi
"Ke depan, APBN harus semakin optimal. Kita ingin APBN tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan dorongan yang cukup kuat terhadap pertumbuhan. Jadi, disiplin fiskal dan pertumbuhan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama," tegas Suahasil dalam forum bertajuk Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (8/10/2026)
Dalam APBN 2027, pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun dan pendapatan negara sebesar Rp 3.426,0 triliun. Dengan postur tersebut, defisit anggaran ditetapkan sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Suahasil mengatakan, postur tersebut dirancang untuk memberikan ruang fiskal yang memadai dalam mendukung agenda pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal.
Untuk mencapai pertumbuhan 6%, pemerintah juga tidak akan hanya mengandalkan APBN. Pemerintah akan memperkuat sinergi dengan sektor swasta dan Danantara untuk meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, mendorong hilirisasi, serta menciptakan lapangan kerja.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi perlu dipacu hingga sekitar 7% agar target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dapat dicapai.
Dengan demikian, memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran, tantangan kebijakan fiskal tidak hanya menjaga kesehatan APBN, tetapi juga memastikan belanja negara mampu memberikan dorongan yang cukup kuat terhadap aktivitas ekonomi.
Suahasil mengatakan, APBN akan tetap menjalankan tiga fungsi utama, yakni mendorong pertumbuhan, melindungi masyarakat, dan menjaga kredibilitas fiskal.
"Tagline yang selalu saya gaungkan selama dua tahun terakhir, APBN menumbuhkan, APBN melindungi dan APBN yang kredibel. Demikian refleksi dua tahun pemerintahan di bawah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, semoga kita bisa melanjutkan pekerjaan besar kita untuk Indonesia lebih baik," tegasnya.
Baca Juga: Komentar Fraksi DPR Mengenai Putusan MK soal Ijazah Gibran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














