kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.973   60,00   0,33%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Stasiun bawah tanah MRT selesai dalam 2 tahun


Selasa, 12 Agustus 2014 / 20:40 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menimbang berat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di salah satu kebun petani di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Jumat (17/02/2023). Harga CPO Diprediksi Tak Naik Signifikan Kendati Ada Momen Ramadan dan Lebaran.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Proyek Mass Rapid Transit (MRT) memulai tahapan konstruksi pembangunan stasiun bawah tanah. Direktur Konstruksi PT MRT, M. Nasyir mengatakan konstruksi yang di Istora dan Bendungan Hilir mulai dibuat seperti di depan Ratu Plaza dan Setiabudi.

"Kita mulai masuk dari tengah malam ini, akan dilanjutkan penggalian dinding dan lainnya," kata Nasyir, Selasa (12/8).

Persiapan kerja dilakukan mulai tanggal 12 Agustus hingga 25 Agustus. Terdiri dari pengupasan, pengerasan median tengah jalan, pengecatan marka jalan, persiapan jalur lambat bergerser ke jalan, pergeseran jalur busway ke jalur cepat yang lama  dan lainnya.

Nasyir mengatakan rekayasa lalu lintas mulai dilakukan malam ini karena area kerja yang dibutuhkan di titik Istora selebar kurang lebih 28 meter.

Sampai tahap  ini, Nasyir mengatakan belum ada kendala berarti. "Belum tahu nanti, kan ini masih persiapan," katanya. Untuk pembuatan stasiun bawah tanah dibutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Sebelumnya, di titik Bundaran HI dan Dukuh Atas sudah memulai konstruksi besar pada April 2014. Di Senayan dan Setiabudi pada Juli 2014.  Tahapan skala besar akan membuat perubahan jalur lalu lintas secara permanen kurang lebih dua tahun pada enam titik bakal stasiun MRT.

Walaupun ada penutupan area median jalan secara permanen selama periode konstruksi tersebut, jumlah lajur kendaraan pada enam titik lokasi akan tetap dipertahankan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami mengatakan dengan dimulainya tahapan penggalian stasiun bawah tanah di semua titik, menunjukkan bahwa pengerjaan MRT terus berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×