kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Soal Kejahatan Siber, Prabowo: Saya Bangun 4 Fakultas Saat Jadi Menteri


Minggu, 07 Januari 2024 / 22:04 WIB
Soal Kejahatan Siber, Prabowo: Saya Bangun 4 Fakultas Saat Jadi Menteri
ILUSTRASI. Capres nomor urut dua Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pendapat disaksikan capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan), dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo saat adu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Debat kali ini bertemakan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon Presiden (Capres) nomor urut dua Prabowo Subianto menegaskan bahwa kejahatan siber bisa ditangkis apabila Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengusai teknologi. 

Hal ini menanggapi pernyataan Capres Anies Baswedan dalam depat Capres 2023, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1). 

Baca Juga: Prabowo Siap Lanjutkan Sistem Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Kancah Global

"Anies terlalu teoritis padahal yang nyata masalah kejatan siber dan kejahatan buatan (IA) kuncinya hanya SDM," kata Prabowo. 

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memamerkan capaiannya dalam mengantisipasi kejahatan siber. Salah satunya dengan membangun empat fakultas baru yaitu sains, teknologi, matematika dan teknik selama jadi Menteri Pertahanan. 

Hal ini menurutnya, sebagai kontribusi nyata untuk menciptakan putra-putri terbaik agar bisa mengusai teknologi siber. 

"Bukan hanya belanja barang, tapi sistemnya yang harus kita pegang. Menurut saya ini adalah inti dari masalah tidak hanya bicara," jelas Prabowo. 

Baca Juga: Prabowo ke Anies: Tidak Hanya Omon Omon Omon

Sebelumnya, dalam Debat tersebut Anies mengatakan bahwa hacking atau peretasan menjadi ancaman yang meresahkan masyarakat belakangan ini. 

Untuk itu, menurutnya perlu pembangunan infrastruktur pertahanan yang serius. 

"Ini tidak cukup dengan memberi tugas pada sekelompok orang, maka pertama adalah membangun sistem pembangunan perencanaan komprehensif yang melibatkan lembaga termasuk komponen masyarakat," kata Anies. 

Kedua, perlu adanya pengadaan teknologi terbaru. Namun ia menekankan bahwa kuncinya bukan hanya pada teknologinya tapi juga pelibatan semua pihak. 

Ketiga, mekanisme untuk merenspons balik apalagi terjadi kondisi hacking. Sehingga bisa memiliki kecepatan recover kembali dalam sistem ketika terjadi serangan cyber. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×