kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Skandal Coretax: Kemenkeu Siap Bersih-bersih Sistem Perpajakan


Selasa, 31 Maret 2026 / 02:50 WIB
Skandal Coretax: Kemenkeu Siap Bersih-bersih Sistem Perpajakan
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan stabilitas layanan Coretax agar proses pelaporan pajak berjalan lancar. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan stabilitas layanan Coretax agar proses pelaporan pajak berjalan lancar. Setelah masa pelaporan selesai, Kementerian Keuangan akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem tersebut.

"Kita amankan dulu semua Coretax-nya itu yang ada hambatan-hambatan, habis itu saya bersihin yang ini, yang ruang interface yang sengaja diciptakan itu," kata Purbaya di Jakarta, Senin (30/3/2026), seperti yang dilansir dari Infopublik.id.

Menkeu Purbaya mengungkapkan, pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem Coretax. Pemerintah juga menemukan persoalan baru dalam pengelolaan layanan tersebut yang dinilai membutuhkan pembenahan internal.

Dalam proses evaluasi, Purbaya mengungkap adanya vendor layanan yang sebelumnya telah dihentikan karena kinerja lambat, namun kembali digunakan tanpa persetujuan resmi.

"Di Coretax tiba-tiba ada laporan lagi bahwa itu muter-muter Coretax-nya, padahal sebelumnya sudah hilang, rupanya di tempat kita juga ada yang nakal. Ada yang kontrak dengan satu vendor yang kita sudah berhentiin karena lelet service-nya, dimasukin lagi diam-diam," kata Purbaya.

Ia juga menilai, desain awal Coretax belum sepenuhnya ramah pengguna. Menurutnya, sistem seharusnya dapat langsung terhubung dengan masyarakat agar proses pelaporan lebih mudah.

Baca Juga: Prabowo: Para Menteri, Maafkan Saya karena Terlalu Micromanage

Namun dalam praktiknya, terdapat lapisan aplikasi tambahan atau interface yang justru membuat proses menjadi lebih kompleks.

Lebih lanjut, Purbaya mengaku baru mengetahui adanya pihak tertentu yang memanfaatkan lapisan interface tambahan tersebut untuk menyediakan layanan kepada perusahaan-perusahaan besar.

"Ini Coretax desainnya agak aneh. Harusnya kan ketika baru kan dibuat langsung interface dengan masyarakat biar gampang kan. Rupanya dibuat agak rumit supaya di tengahnya ada aplikasi interface sendiri. Ini ada yang jual ke perusahaan-perusahaan besar. Saya baru tahu," jelas Menkeu.

Tonton: Momentum Presiden Prabowo Jualan Kopi Indonesia di Depan Pengusaha Jepang

Ke depan, pemerintah memastikan stabilitas Coretax menjadi prioritas utama agar layanan perpajakan tetap berjalan. Setelah masa pelaporan pajak selesai, Kemenkeu akan melanjutkan evaluasi sekaligus pembenahan sistem, termasuk menertibkan pihak-pihak yang diduga bermain dalam pengelolaan layanan pendukung Coretax.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×