Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan hingga kini tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban serangan di Arab Saudi di tengah perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.
Meski demikian, jemaah diminta meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan berdasarkan data yang tercatat dalam sistem Kemenhaj hingga Minggu (11/10/2026), terdapat 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh.
Baca Juga: INDEF Desak Pemerintah Segera Beri Insentif Fiskal bagi Kelas Menengah
“Berdasarkan data yang terdaftar di sistem kami, hingga Minggu, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh. Berdasarkan komunikasi yang kami jalin bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut,” ujar Ichsan dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Kemenhaj mengimbau jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memprioritaskan ibadah di Makkah dan Madinah.
Jemaah juga diminta menghindari lokasi yang berpotensi berisiko, mematuhi arahan otoritas setempat, dan berkoordinasi dengan biro perjalanan masing-masing.
Kemenhaj turut meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro perjalanan umrah memprioritaskan keselamatan jemaah.
Travel diminta memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan, serta segera menyampaikan informasi apabila terjadi perubahan jadwal penerbangan berikut langkah penanganannya.
Sementara itu, calon jemaah yang belum berangkat diminta memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan melalui biro perjalanan masing-masing.
Mereka juga diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan.
Kemenhaj juga meminta keluarga jemaah di Indonesia tetap tenang dan menjaga komunikasi dengan jemaah maupun pihak travel.
Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada kanal resmi Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.
“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jemaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka,” tutup Ichsan.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Masih Tertekan, Pemulihan Konsumsi Rumah Tangga Belum Merata
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














