kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Siap-siap banjir investasi dari Malaysia


Kamis, 25 Mei 2017 / 14:59 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Investor Malaysia siap berbondong- bondong masuk ke Indonesia. Dalam forum bisnis yang digelar antara perusahaan Indonesia dan Malaysia beberapa waktu lalu, tercipta komitmen di antara perusahaan tersebut untuk berinvestasi di Indonesia. 

Perusahaan asal Indonesia di antaranya: PT Bank CIMB Niaga Tbk antara lain, PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya. Adapun perusahaan dari Malaysia, antara lain; FELDA, Tenaga Listrik Berhad, Khazanah, YTL Corporation Berhad, Axiata, dan CIMB Investment Banking. 

Nilai investasi yang sudah dideklarasikan senilai Rp 65 triliun. Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang ditunjuk Jokowi jadi pejabat penghubung investasi Indonesia- Malaysia, mengatakan, komitmen investasi tersebut salah satunya dinyatakan oleh UEM Group Berhad Malaysia.

Mereka menyatakan akan meningkatkan investasi dalam pembangunan Tol dari Palimanan- Solo dengan nilai investasi US$ 3 miliar- US$ 4 miliar. Komitmen kedua datang dari Tenaga Nasional Berhad yang akan berkonsorsium dengan PT Bukit Asam (Persero) dan PT PLN (Persero).

Mereka berkomitmen membenamkan dana US$ 3 miliar untuk membangun pembangkit listrik di Riau. "Selain itu ada juga YTL Corporation yang akan meneruskan investasi mereka dalam pembangunan PLTU Tanjung Jati," katanya, Rabu (23/5) malam.

Eko mengatakan, selain komitmen investasi tersebut, investor Malaysia juga masih menyatakan ketertarikan mereka untuk investasi di Indonesia. Selain proyek tol dan listrik, mereka mengincar sektor properti dan kawasan industri. "Nilai investasinya kalau didorong dalam tiga tahun bisa Rp 120 triliun," katanya.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, TYT Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim mengatakan, Indonesia saat ini memang tempat menjanjikan untuk investasi, termasuk bagi investor Malaysia. Indonesia memiliki potensi dan sumber daya yang besar.  "Kalau ini tidak dimanfaatkan kami pasti akan rugi, tertingggal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×