kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Sherpa meeting I G20 telah dimulai, ini isu utama yang dibahas


Selasa, 07 Desember 2021 / 13:16 WIB
Sherpa meeting I G20 telah dimulai, ini isu utama yang dibahas
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membeberkan agenda rangkaian pertemuan Sherpa Meeting I Presidensi G20 telah dimulai, Selasa (7/12).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rangkaian pertemuan Sherpa Meeting I Presidensi G20 telah dimulai, Selasa (7/12). Sekitar 38 negara menghadiri Sherpa Track Meeting yang terdiri dari 19 dari negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 10 organisasi internasional.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, fokus dari pertemuan Sherpa pertama adalah membahas mekanisme kerja sama ke depan dan mulai membahas agenda G20 setahun ke depan. Dia mengatakan, pertemuan tersebut sangat penting, karena akan mendiskusikan untuk mengatur mekanisme kerja dari hasil Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 selama satu tahun ini.

“Selain itu, ekspektasi dunia terhadap presidensi G20 ini juga sangat besar, dan diharapkan dapat memimpin pemulihan global serta menghasilkan solusi konkret,” jelas Retno dalam teleconference Sherpa Meeting I Presidensi G20, Selasa (7/12).

Retno juga mengatakan, sejak awal keketuaan Indonesia, Presiden Joko Widodo selalu menekankan pentingnya kinerja G20 membawa manfaat bagi semua, mulai dari Barat ke Timur dan Utara ke Selatan, baik kecil maupun besar.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 masih akan menjadi tantangan dalam Presidensi G20

Selain itu, kata Retno, kinerja G20 ini harus membumi. Dengan begitu forum ini dapat mengambil tanggung jawab dan menghasilkan solusi konkret untuk menjawab tantangan global baik dari pandemi Covid-19 maupun permasalahan lingkungan.

Reto menyampaikan, Indonesia akan membahas tiga fokus utama dalam konferensi, mulai dari penanganan pandemi, isu lingkungan, hingga pencapaian sustainable development goals (SDGs).

“Inklusivitas menjadi kunci sesuai dengan tema G20, Recover Together Recover Stronger, saya berharap sherpa track meeting menghasilkan arah yang jelas sehingga mampu mentransformasi tantangan menjadi kesempatan,” tutur Retno.

Lebih lanjut, dalam pidato welcoming, Retno menyebut terdapat juga tiga prioritas Indonesia yaitu, membangun arsitektur kesehatan dunia yang lebih kuat, transisi energi, dan transformasi digital.

Ia berharap, Sherpa G20 ini dapat menghasilkan arah yang jelas, mentransformasi tantangan menjadi kesempatan, dan tentunya kemudian semua rekomendasi ini disampaikan pada para pemimpin G20. 

Baca Juga: BI sebut pentingnya pembahasan kembali mata uang digital saat presidensi G20

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×