kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.053   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Setoran Pajak Industri Pengolahan Melambat, Ekonom: Ada Tekanan di Sektor Manufaktur


Minggu, 28 Mei 2023 / 19:49 WIB
ILUSTRASI. Setoran Pajak Industri Pengolahan Melambat. KONTAN/Baihaki/20/10/2016


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat setoran pajak dari industri pengolahan masih menjadi penopang kinerja penerimaan pajak sampai dengan April 2023.

Tercatat, setoran pajak dari industri pengolahan berkontribusi 27,4% dari penerimaan dan berhasil tumbuh 9,5%. Hanya saja, pertumbuhan tersebut mengalami pelambatan dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama sebesar 51,0%.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, penerimaan pajak di manufaktur yang melambat menjadi indikasi adanya tekanan di sektor manufaktur.

Ia bilang, jika dibandingkan data Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur April 2023 yang sebesar 52,7, idealnya tidak terjadi perlambatan penerimaan pajak.

Baca Juga: Meski Melambat, Kemenkeu Klaim Setoran Pajak dari Industri Pengelolaan Tetap Membaik

Menurutnya, sektor manufaktur yang melambat terdapat pada industri pengolahan komoditas primer seperti crude palm oil (CPO).

"Karena CPO dimasukkan ke sektor manufaktur maka imbasnya juga ke kategorisasi penerimaan pajak melandai," kata Bhima kepada Kontan.co.id, Minggu (28/5).

Bhima bilang, harga CPO di pasar internasional sudah mengalami penurunan signifikan 43,9% year on year (YoY) per 26 Mei 2023.

Selain itu, penyebab melambatnya penerimaan pajak di sektor manufaktur adalah kenaikan permintaan domestik yang parsial. 

Menurutnya, jenis produk untuk dulu cadang dan aksesori, makanan dan minuman dan perlengkapan rumah tangga masih sangat lambat.

"Pelemahan manufaktur akan mempengaruhi penurunan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja," katanya.

Baca Juga: Tambahan Penerimaan dari PPN Menurun

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, pertumbuhan setoran pajak dari industri manufaktur sebesar 9,5% masih dalam kategori yang baik

Hanya saja, menurut Huda, apabila dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi maka ada potensi industri manufaktur mengalami pelemahan.

"Ada kekhawatiran melemah juga ini industri manufaktur yang pertumbuhannya (YoY) di bawah pertumbuhan ekonomi nasional," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×