kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.566   13,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sepanjang Januari-Juli 2022, Sekitar 93,5% Devisa Hasil Ekspor Masuk ke Dalam Negeri


Senin, 31 Oktober 2022 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Dari total ekspor Januari-Juli 2022 yang mencapai US$ 166,70 miliar, sebanyak 93,5% hasil DHE masuk ke dalam negeri. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, mayoritas devisa hasil ekspor (DHE) masuk ke perbankan dalam negeri, meski belum mencapai 100% sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2022. 

Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan, dari total ekspor periode Januari 2022 hingga Juli 2022 yang mencapai US$ 166,70 miliar, sebanyak 93,5% hasil DHE ini yang masuk ke dalam negeri. Atau, lebih tepatnya sekitar US$ 155 miliar. 

Dari total yang masuk tersebut, Juda memperkirakan sekitar 70% secara neto yang masih ada di dalam negeri. Pasalnya, eksportir juga perlu menggunakan devisa tersebut untuk kebutuhan perdagangannya. 

Baca Juga: Ini Alasan Eksportir Masih Parkir Devisa Hasil Ekspor di Luar Negeri

“Di dalam negeri, memang eksportir perlu uang untuk impor, atau kemudian membayar utang, dan sebagainya. Perkiraan kami, neto 70% masih ada di dalam negeri,” jelas Juda saat menjawab pertanyaan Kontan.co.id, dalam diskusi publik secara daring, Senin (31/10). 

Namun, ia juga menegaskan sebagian besar atau sekitar 50% DHE yang masuk tersebut sudah dikonversi ke dalam rupiah. 

Dalam hal DHE sumber daya alam (SDA), Juda mengatakan sudah sekitar 92,6% DHE SDA yang masuk ke dalam negeri, dan sekitar 5,1% masih diparkir para eksportir di bank luar negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×