kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Sepanjang Januari-Juli 2022, Sekitar 93,5% Devisa Hasil Ekspor Masuk ke Dalam Negeri


Senin, 31 Oktober 2022 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Dari total ekspor Januari-Juli 2022 yang mencapai US$ 166,70 miliar, sebanyak 93,5% hasil DHE masuk ke dalam negeri. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, mayoritas devisa hasil ekspor (DHE) masuk ke perbankan dalam negeri, meski belum mencapai 100% sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2022. 

Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan, dari total ekspor periode Januari 2022 hingga Juli 2022 yang mencapai US$ 166,70 miliar, sebanyak 93,5% hasil DHE ini yang masuk ke dalam negeri. Atau, lebih tepatnya sekitar US$ 155 miliar. 

Dari total yang masuk tersebut, Juda memperkirakan sekitar 70% secara neto yang masih ada di dalam negeri. Pasalnya, eksportir juga perlu menggunakan devisa tersebut untuk kebutuhan perdagangannya. 

Baca Juga: Ini Alasan Eksportir Masih Parkir Devisa Hasil Ekspor di Luar Negeri

“Di dalam negeri, memang eksportir perlu uang untuk impor, atau kemudian membayar utang, dan sebagainya. Perkiraan kami, neto 70% masih ada di dalam negeri,” jelas Juda saat menjawab pertanyaan Kontan.co.id, dalam diskusi publik secara daring, Senin (31/10). 

Namun, ia juga menegaskan sebagian besar atau sekitar 50% DHE yang masuk tersebut sudah dikonversi ke dalam rupiah. 

Dalam hal DHE sumber daya alam (SDA), Juda mengatakan sudah sekitar 92,6% DHE SDA yang masuk ke dalam negeri, dan sekitar 5,1% masih diparkir para eksportir di bank luar negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×