kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Sengketa tanah, massa kecewa dengan sikap pemerintah


Kamis, 12 Januari 2012 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi. Terakhir pendaftaran lelang mobil dinas di Jakarta, Daihatsu Xenia 2012 Rp 42 juta. KONTAN/Baihaki/15/1/2019


Reporter: Eka Saputra

JAKARTA. Perampasan tanah mudah terjadi karena pemerintah pusat dan daerah tidak segan-segan mengerahkan aparat kepolisian menghadapi masyarakat yang menyuarakan tuntutan. Begitupun dengan korporasi yang memiliki pam swakarsa. Hal itu disampaikan Koordinator Umum Aksi
Serikat Bersama Pemulihan Hak-Hak Rakyat Indonesia, Agustiana. Selain itu, menurutnya, sejumlah perangkat hukum yang disahkan legislator pun memuluskan perampasan tersebut.

“Oleh karenanya kami menuntut pencabutan Undang-Undang yang mengakibatkan perampasan tanah, seperti UU Penanaman Modal, UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Sumber Daya Air, UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, UU Minerba dan UU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan,” katanya (12/1).

Pihaknya pun meminta dilakukan audit legal dan sosial ekonomi terhadap segala Hak Guna Usaha Perkebunan, Hak Guna Bangunan, Surat Keputusan Hutan Tanaman Industri, Hak Pengusahaan Hutan, serta Izin Usaha Pertambangan. Mereka merasa kecewa dengan sikap pemerintah menangai persoalan sengketa tanah.

“Baik itu kepada swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah diberikan demi kepentingan rakyat,” tukasnya.

Aksi kali ini diikuti 7000 ribu petani, buruh, masyarakat adat, perempuan, pemuda mahasiswa, perankan pemerintahan desa, dan organisasi non-pemerintah. Pagi hari mereka berunjuk rasa di depan
Istana Presiden, siangnya dengan sekitar 2000 massa yang tersisa aksi dilanjutkan di depan Gedung DPR. Dua bilah pagar di sisi gerbang Gedung DPR dirobohkan massa. Tiga orang sempat diamankan aparat
keamanan akibat insiden itu. Aksi pun mereda seiring hujan deras yang mengguyur ibu kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×