kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.801   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.105   72,89   0,91%
  • KOMPAS100 1.143   11,16   0,99%
  • LQ45 825   4,42   0,54%
  • ISSI 288   4,28   1,51%
  • IDX30 429   2,55   0,60%
  • IDXHIDIV20 515   2,15   0,42%
  • IDX80 128   1,07   0,85%
  • IDXV30 140   0,97   0,70%
  • IDXQ30 139   0,59   0,43%

Sektor pendidikan jadi yang terakhir dibuka usai pandemi virus corona


Kamis, 11 Juni 2020 / 04:30 WIB
Sektor pendidikan jadi yang terakhir dibuka usai pandemi virus corona


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan membuka sejumlah sektor di tengah pandemi virus corona (Covid-19) secara bertahap.

Hal itu sesuai dengan tujuan Presiden Joko Widodo menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19. Namun, sektor pendidikan akan menjadi sektor yang terakhir dibuka oleh pemerintah.

"Pendidikan karena risikonya tinggi adalah bagian terakhir yang kita nantinya jadikan sebagai program presiden," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat kunjungan Jokowi di Gedung BNPB, Rabu (10/6).

Baca Juga: Tak semua sektor dibuka bersamaan saat new normal, ini prioritas Jokowi

Pembukaan dimulai dari daerah yang menjadi zona hijau atau tidak ada kasus positif Covid-19. Kemudian berlanjut pada daerah zona kuning yang memiliki risiko penularan Covid-19 rendah.

Pembukaan dimulai dari sembilan sektor di bidang ekonomi dengan risiko rendah. Hal itu diharapkan dapat mencegah meluasnya dampak Covid-19 pada sektor ekonomi.

"Karena ternyata jumlah masyarakat yang kehilangan pekerjaan juga semakin banyak," terang Doni.

Penanganan sektor ekonomi dilakukan paralel dengan penanganan di sisi kesehatan. Doni bilang target dalam penanganan Covid-19 agar masyarakat yamg sehat dipertahankan tetap sehat sementara masyarakat yang sakit harus mendapat pengobatan hingga sembuh.

Baca Juga: Gugus Tugas Covid-19: Pembukaan sektor ekonomi bikin rupiah menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×