kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sektor pariwisata kena dampak virus corona, Indonesia bidik pasar di luar China


Kamis, 13 Februari 2020 / 20:50 WIB
Sektor pariwisata kena dampak virus corona, Indonesia bidik pasar di luar China
ILUSTRASI. Wisatawan berjalan di kawasan Pura Taman Ayun, Badung, Bali, Jumat (14/12/2018). Wisatawan mancanegara yang datang ke Bali masih didominasi turis Cina yaitu mencapai 23,4 persen dari total wistawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. ANTARA FOTO/Adhi Prayitn

Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak virus corona menyerang sektor pariwisata Indonesia. Turis China yang setiap tahunnya bisa capai 2 juta dengan devisa Rp 40 triliun terancam.  

Indonesia kini mengincar wisatawan baru termasuk yang batal ke China. "Ada negara lain atau wisatawan yang tadinya ke China bergeser ke Bali atau bergeser ke Manado," ujar Kepala Staf Presiden Moeldoko di kantornya, Kamis (13/2).

Baca Juga: Awas, virus corona mengintai penerimaan pajak

Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) masih melakukan kajian. Dampak virus corona tidak hanya menekan China sebagai negara dengan penyebaran terbesar.

Dampak pariwisata juga berpengaruh besar bagi negara lain yang teridentifikasi virus corona. Salah satunya Singapura yang juga teridentifikasi masuk virus corona.

"Tadinya pandangan kita tertuju pada Jepang, China dan Korea sekarang ke barat India, Bangladesh, Timur Tengah, dan Eropa," terang Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf R. Kurleni Ukar.

Meski begitu sejumlah kajian masih akan dilakukan oleh Kemparekraf bersama dengan perusahaan maskapai. Hal itu berkaitan dengan ketersediaan rute untuk promosi wisata.

Baca Juga: Masuki fase bearish, IHSG diramal bisa anjlok sampai level 5.500 hingga akhir Maret

Rute penting menentukan apakah negara tujuan promosi wisata efektif. Termasuk kajian juga dilakukan berkaitan dengan insentif untuk menggenjot pariwisata.

"Terkait insentif sektor pariwisata kota sedang mempelajari banyak skema," Staf Ahli Kemenko Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi.

Selain itu pengembangan pariwisata secara fisik juga terus dilakukan. Pemerintah terus melakukan pembangunan di lima destinasi pariwisata prioritas.





Close [X]
×