kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Sektor Industri Berpotensi Menjaring Investasi Baru dari China


Minggu, 10 November 2024 / 20:39 WIB
Sektor Industri Berpotensi Menjaring Investasi Baru dari China
ILUSTRASI. Sejumlah sektor industri berpotensi menjaring investasi baru dari China seiring potensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah sektor industri berpotensi menjaring investasi baru dari China seiring potensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar mengatakan, kebijakan AS dalam menerapkan tarif tinggi untuk produk China menjadi peluang bagi Indonesia.

"Kebijakan ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi yang ingin mengalihkan basis produksinya ke luar China," kata Sanny kepada Kontan.co.id, Minggu (10/11).

Sanny menjelaskan, sejumlah sektor industri yang berpotensi menjaring investasi baru antara lain tekstil, elektronik, komponen kendaraan bermotor, makanan dan minuman hingga barang konsumsi lainnya.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China, Industri Modul Surya Mengintip Peluang Ekspor

"Namun, peluang ini hanya dapat terjadi jika Indonesia secara serius meningkatkan daya saingnya," jelas Sanny.

Sanny menambahkan, perang dagang AS-China menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memanfaatkan peluang dari pergeseran rantai pasok global.

Menurut dia, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkuat daya saing dalam pemenuhan rantai pasok global.

Baca Juga: Prabowo Bertemu PM Li Qiang, Ekonom Prediksi Peningkatan Kerja Sama Ekonomi RI-China

Sanny menjelaskan, demi menangkap peluang tersebut, diperlukan perbaikan iklim investasi. Untuk itu, pihaknya secara aktif mendorong perbaikan iklim investasi dan konsistensi regulasi khususnya berkaitan dengan perizinan berusaha.

Dengan kondisi tersebut maka upaya relokasi ataupun ekspansi negara luar ke Indonesia dapat tercipta.

"Sehingga industri manufaktur dan pengembangan kawasan industri kita dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok global," pungkas Sanny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×