kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.860   17,00   0,10%
  • IDX 8.219   -46,54   -0,56%
  • KOMPAS100 1.158   -9,96   -0,85%
  • LQ45 831   -8,54   -1,02%
  • ISSI 295   -1,34   -0,45%
  • IDX30 433   -2,69   -0,62%
  • IDXHIDIV20 518   -3,07   -0,59%
  • IDX80 129   -1,12   -0,85%
  • IDXV30 143   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 140   -1,10   -0,78%

Sejumlah sektor ini mencatat peningkatan kebutuhan pembiayaan


Minggu, 20 Desember 2020 / 17:29 WIB
Sejumlah sektor ini mencatat peningkatan kebutuhan pembiayaan
ILUSTRASI. Sejumlah sektor ini mencatat peningkatan kebutuhan pembiayaan menurut rilis BI.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kebutuhan pembiayaan korporasi semakin meningkat pada November 2020. Berdasarkan hasil survei permintaan pembiayaan perbankan korporasi mengindikasikan kalau permintaan pembiayaan pada November 2020 meningkat, dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,1%.

“Ini lebih tinggi dibandingkan SBT 2,3% pada bulan sebelumnya,” ujar laporan yang dirilis Bank Indonesia (BI) yang diterima Kontan.co.id.

Sejumlah sektor dengan kebutuhan pembiayaan yang meningkat antara lain sektor Pertambangan dan Penggalian dengan SBT 2,41%. Padahal sebelumnya, sektor tersebut mencatat SBT 0%.

Kemudian, sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan SBT sebesar 2,06% dengan sebelumnya SBT tercatat minus 0,31%.

Baca Juga: Permintaan dunia usaha membaik, penyaluran kredit diperkirakan naik di akhir 2020

Lalu, ada juga lapangan usaha pertanian dengan SBT 1,55% dengan sebelumnya SBT minus 0,56% pada Oktober 2020.

Jasa pendidikan juga mencatat SBT yang meningkat sebesar 0,98% dari yang sebelumnya SBT minus 0,53% dan Real Estat mencatat SBT 0,48% dengan sebelumnya SBT tercatat minus 0,83%.

Survei BI tersebut juga mencatat, kebutuhan pembiayaan ini terutama untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo, serta mendukung pemulihan pasca era new normal.

Selanjutnya: Kredit perbankan kian melambat, terkontraksi 1,39% per November 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×