kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

SBY sempat keberatan atas keputusan Ibas


Kamis, 14 Februari 2013 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Foto udara permukiman kota Jakarta, Minggu (12/4/2020). Cuaca besok di Jabodetabek cerah berawan hingga hujan ringan, menurut ramalan BMKG.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Edy Can


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga mengaku sempat keberatan untuk menyetujui keputusan putranya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mundur sebagai anggota DPR. Pasalnya, ketika hendak menjadi calon legislatif, SBY mengungkapkan Ibas sudah berkeringat untuk memperoleh dukungan.

SBY bercerita sewaktu Pemilu 2009 lalu, Ibas menghabiskan waktu berminggu-minggu setiap kali pergi ke daerah pemilihannya. Menurutnya, Ibas turun dari kecamatan ke kecamatan, dari desa ke desa. "Jadi dia sudah berkeringat, meskipun barangkali menyandang nama ayahnya," ujar SBY, Kamis (14/2).

Atas usahanya itu, SBY selaku ayah merasa bangga terhadap Ibas. Namun, akhirnya, SBY dan keluarga menghargai keputusan Ibas dan mendukungnya secara bulat.

Karena itu, SBY berharap media berkenan menyiarkan berita pengunduran diri Ibas secara utuh dan lengkap. "Harapan saya, karena keluarga kami tidak memiliki media, jadi mudah-mudahan mendapat tempat untuk diliput sebagaimana mestinya,"ujar SBY.

Sebelumnya Ibas mengundurkan diri dari keanggotaannya di DPR dan memilih fokus mengurus Partai Demokrat menghadapi Pemilu 2014 mendatang. Pengunduran diri Ibas ini tak terlepas dari insiden absensi pada saat rapat paripurna DPR dimana setelah absen ibas tidak ikut rapat paripurna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×