kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.922   11,00   0,06%
  • IDX 6.412   77,75   1,23%
  • KOMPAS100 847   11,30   1,35%
  • LQ45 638   5,57   0,88%
  • ISSI 221   3,00   1,38%
  • IDX30 359   2,43   0,68%
  • IDXHIDIV20 443   1,50   0,34%
  • IDX80 96   1,16   1,22%
  • IDXV30 120   0,93   0,78%
  • IDXQ30 115   0,46   0,40%

SBY menjadi guru besar Universitas Pertahanan


Rabu, 11 Juni 2014 / 10:45 WIB
ILUSTRASI. Selama ini sering terjadi konflik antara penambang nikel dengan smelter terkait penjualan bijih nikeltamban


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia mengukuhkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ketahanan Nasional. Unhan menilai SBY memiliki penguasaan ilmu ketahanan nasional.

"Pengukuhan Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA sebagai guru besar dilakukan dengan mempertimbangkan penguasaan ilmu ketahanan yang diperoleh dari berbagai pendidikan militer dan non-militer," kata Rektor Unhan, Laksamana Madya (TNI) Desi Albert Mamahit, Rabu (11/6).

Mahamit mengatakan, SBY memiliki latar belakang akademik yang dibutuhkan untuk memperoleh guru besar. SBY, kata dia, memiliki gelar Master of Art (MA) di bidang manajemen dari Webster University, AS dan gelar Doktor bidang ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal (TNI) Sisriadi menambahkan, SBY juga telah memberikan kuliah umum di Unhan selama dua tahun terakhir. Di kampus tersebut, SBY mengajar mata kuliah "Kepemimpinan Strategis".

"Unhan yang merasa mendapat penghargaan karena Unhan rugi kalau dia tidak jadi guru besar. Bagaimana kalau nanti dicuri oleh universitas yang lain di luar negeri?" tandasnya.

Pengukuhan SBY sebagai Guru Besar Unhan di bidang Ilmu Ketahanan Nasional rencananya akan dilaksanakan di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, Kamis (12/6/2014). Dalam kesempatan tersebut, SBY akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Perdamaian dan Keamanan dalam Dunia Yang Berubah: Tantangan Penyusunan Grand Strategy bagi Indonesia". (Rahmat Fiansyah)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×