kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

SBY ingin pemerintah tentukan harga, bukan pasar


Rabu, 21 Mei 2014 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Cara Ampuh Mengatasi Biduran Pada Anak yang Bisa Moms Lakukan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganggap inflasi sebagai musuh perekonomian. Oleh karenanya kenaikan harga harus dikendalikan agar stabil.

Menurut SBY salah satu penyebab kenaikan harga yang tidak stabil adalah karena mekanisme pasar yang terkadang tidak sempurna. Ia menyebut ini sebagai kegagalan invisible hands.

Dalam teori ekonomi makro, pasar memang menjadi tangan yang tak terlihat, yang mengendalikan naik-turunnya harga. "Namun selalu ada distorsi, dan spekulasi, harga selalu naik padahal belum ada kebijakan apa-pa," ujar SBY, Rabu (21/5) di Jakarta, pada pembukaan rakornas Tim Pengendali Inflasi Daerah 2014.

Oleh karenanya, Ia menilai keberadaan pemerintah harus mampu mengendalikan harga. Tidak boleh membiarkan pasar yang memegang kendali atas harga.

SBY juga mengatakan kalau sistem ekonomi memiliki keterbatasan, baik kapitalisme maupun neoliberaisme. Namun demikian, Ia menganggap kedua sistem tadi tidak baik. Oleh karenanya, Indonesia akan mengambil jalan tengah.

"Pasar memang ekonomi yang efisien yang diperlukan, tetapi karena pasar suka kacau maka diperlukan peran pemerintah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×