CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

SBY ingin pemerintah tentukan harga, bukan pasar


Rabu, 21 Mei 2014 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Cara Ampuh Mengatasi Biduran Pada Anak yang Bisa Moms Lakukan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganggap inflasi sebagai musuh perekonomian. Oleh karenanya kenaikan harga harus dikendalikan agar stabil.

Menurut SBY salah satu penyebab kenaikan harga yang tidak stabil adalah karena mekanisme pasar yang terkadang tidak sempurna. Ia menyebut ini sebagai kegagalan invisible hands.

Dalam teori ekonomi makro, pasar memang menjadi tangan yang tak terlihat, yang mengendalikan naik-turunnya harga. "Namun selalu ada distorsi, dan spekulasi, harga selalu naik padahal belum ada kebijakan apa-pa," ujar SBY, Rabu (21/5) di Jakarta, pada pembukaan rakornas Tim Pengendali Inflasi Daerah 2014.

Oleh karenanya, Ia menilai keberadaan pemerintah harus mampu mengendalikan harga. Tidak boleh membiarkan pasar yang memegang kendali atas harga.

SBY juga mengatakan kalau sistem ekonomi memiliki keterbatasan, baik kapitalisme maupun neoliberaisme. Namun demikian, Ia menganggap kedua sistem tadi tidak baik. Oleh karenanya, Indonesia akan mengambil jalan tengah.

"Pasar memang ekonomi yang efisien yang diperlukan, tetapi karena pasar suka kacau maka diperlukan peran pemerintah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×