Reporter: Yudho Winarto | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sangat berduka dan berbagi kesedihan dengan orang tua dan kerabat, Sondang Hutagalung, mahasiswa yang melakukan aksi bakar di depan Istana Merdeka.
"Presiden SBY sangat berduka. Tidak ada cara yang mudah untuk mengatakan perasaan terdalam kita tentang peristiwa itu," kata staf khusus Presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparringa, Minggu (11/12).
Daniel meyakini, aksi bakar diri yang dilakukan Sondang, meniggalkan ribuan pesan. Serta memaknai pesan itu sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. "Kami yakin ada ribuan pesan yang ditinggalkan oleh kematian Sondang. Hendaknya kita mengambil apa yang menjadi bagian kita," katanya.
Setelah aksi bakar diri yang menghanguskan hampir seluruh tubuhnya, Rabu silam, Sondang meninggal Sabtu (10/12) kemarin, tepat di saat masyarakat penggiat hak asasi manusia memperingati Hari HAM Sedunia.
Sondang, mahasiswa semester akhir Universitas Bung Karno dikenal sebagai aktivis HAM. Sondang rajin ikut berunjuk rasa bersama LSM KontraS. Aksi bakar diri Sondang pada Rabu silam, pun diduga sebagai protes terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono yang dianggap kurang memedulikan kepentingan rakyat.
Oleh civitas akademika UBK, Sondang dijuluki sebagai Sarjana Kehormatan, Soekarno Muda, dan Patriot Perubahan. Jenazah dimakamkan hari ini (11/12) di tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












