kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SBY ambil alih, elektabilitas Demokrat masih datar


Sabtu, 04 Januari 2014 / 16:36 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA - Karyawan menunjukan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Elektabilitas Partai Demokrat setahun terakhir tidak menunjukkan perkembangan atau tidak kunjung memperlihatkan tanda-tanda naik. Praktis, partai berlambang bintang mercy itu hanya bertengger di kisaran 7-9 persen.

"Jadi tidak mengalami penurunan, tapi juga tidak mengalami recovery (perbaikan). Jadi belum juga rebound (melambung) saat di-take over (ambil alih) oleh SBY. Tetapi juga tidak turun dari angka yang diperoleh Demokrat pada pemilu 2004 sekitar 7,45 persen," ujar pengamat politik dan peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi, di Jakarta, Sabtu (4/1/2014).

Kemungkinannya, masyarakat sudah jenuh dengan pemberitaan kader Demokrat yang terjerat kasus korupsi atau publik masih menunggu terobosan atau semacam langkah-langkah radikal dari Demokrat.

Kekonsistenan elektabilitas Demokrat tersebut menjadikannya berbeda dengan partai politik lainnya. Dari berbagai kategori, ada beberapa partai yang dinamika elektoralnya tinggi, suaranya naik-turun baik positif maupun negatif.

"Tapi terlihat dinamikanya di mata pemilih. Itu Golkar, PDIP, Gerindra, Partai Demokrat, dan Hanura. Ini lima partai yang dinamikanya tinggi. Kemudian ada partai yang tidak ada dinamikanya, jadi suaranya itu stabil saja di suatu angka. Di luar lima partai tadi rata-rata dinamikanya itu tidak ada," tukas Burhanuddin Muhtadi, bekas peneliti di Lembaga Survei Indonesia itu. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×