kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Satu lagi kasus positif virus corona berasal dari klaster pesta dansa di Jakarta


Minggu, 08 Maret 2020 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya


Reporter: | Editor: Syamsul Azhar

Sebagai catatan dari hasil penelusuran kontak pada kluster pesta dansa Jakarta, pemerintah memeriksa sebanyak 80 orang. Sebanyak 80 orang yang masuk klaster I ini berdasarkan informasi dari Badan Intelijen Negara.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ternyata dari 80 orang yang diduga kontak langsung dengan kasus 1, yang benar-benar berada di dalam satu ruangan pesta dansa hanya sekitar 20 orang. 

Tim kesehatan lalu menelusuri dan memeriksa 20 orang tersebut. Hasilnya setelah melakukan pendalaman disimpulkan hanya ada sekitar tujuh orang yang melakukan close contact dengan kasus 01.

Baca Juga: Warga Depok terinfeksi korona sempat pesta di dua klub, bagaimana nasib peserta lain?

Pada klaster Jakarta ini, pemerintah juga meneliti interaksi yang dilakukan oleh kasus 01, sebelum masuk perawatan dan dinyatakan positif. Saat ini ada sekitar 25 orang yang secara sukarela meminta untuk menjalani pemeriksaan karena merasa pernah melakukan kontak dengan kasus 01 dan kasus 02.

Selain klaster pesta dansa Jakarta, pemerintah juga memantau klaster Bali. Klaster tersebut berasal dari kontak antara warga negara Jepang yang positif terinfeksi korona dan pernah berkunjung ke Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×