kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,54   -7,05   -0.89%
  • EMAS940.000 0,64%
  • RD.SAHAM 0.78%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Saran Ikatan Dokter Anak untuk sekolah anak di masa pandemi corona


Minggu, 31 Mei 2020 / 14:02 WIB
Saran Ikatan Dokter Anak untuk sekolah anak di masa pandemi corona
ILUSTRASI. Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti pelajaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sunter Agung 09, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). Seluruh siswa SDN Sunter Agung 09 dihimbau mengenakan masker oleh pihak kepala sekolah karena penyebaran virus corona

Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tak bisa dipungkiri, banyak orangtua kebingungan terhadap nasib pendidikan anak mereka saat pandemi virus corona atau covid-19. Pemerintah telah mengumumkan sekolah dari rumah guna menghindari penularan virus kepada anak-anak.

Melihat kondisi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan anjuran menjelang akhir masa tanggap darurat diberlakukan. IDAI membuat anjuran agar ada solusi atas penyelenggaraan pendidikan anak usia dini serta anak usia sekolah dan remaja.

Baca Juga: Masih dalam pandemi corona, ini anjuran belajar untuk anak oleh ikatan dokter anak

IDAI menyatakan, hak anak untuk belajar wajib dipenuhi semua pihak. Pendidikan sudah menjadi kebutuhan dasar tumbuh kembang yang dapat mengasah kemampuan dan kecerdasan anak agar mampu memahami berbagai pengalaman, menambah pengetahuan, serta membentuk perilaku dan kebiasaan baik yang bermanfaat bagi dirinya saat ini dan di masa dewasa.

Namun demikian, kegiatan sekolah dilakukan tatap muka dalam jarak dekat. Sementara, dalam kondisi saat ini, pembatasan fisik merupakan syarat penting dalam upaya pencegahan penularan penyakit.

Dengan demikian, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat berisiko menimbulkan lonjakan jumlah kasus baru.

“Dengan memperhatikan jumlah kasus konfirmasi covid-19 yang masih terus bertambah, mulai melonggarnya PSBB, kemungkinan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua, dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak,” kata pernyataan remi IDAI yang diteken Ketua Umum IDAI, Pulungan, Minggu (31/5).

Baca Juga: Dokter anak usul sekolah jangan dibuka sampai Desember 2020, begini argumennya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×