kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Said Didu: Utamakan pribumi pimpin BUMN


Jumat, 19 Desember 2014 / 19:55 WIB
Said Didu: Utamakan pribumi pimpin BUMN
ILUSTRASI. Olahraga Ini Aman Dilakukan pada Trimester Pertama Kehamilan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA.Mantan Sekertaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Said Didu menilai, pemerintah harus tetap mengutamakan warga negara Indonesia (WNI), yang duduk di jajaran direksi perusahaan pelat merah. Dengan catatan, WNI yang ditunjuk harus benar-benar memiliki kualitas dan profesional memimpin BUMN.

Jika sudah dilakukan seleksi namun ternyata tidak ada orang pribumi yang memenuhi syarat, baru pemerintah boleh menunjuk warga negara asing (WNA) duduk dijabatan tersebut. Tapi menurutnya status bule saja tidak boleh dijadikan jaminan kapabilitasnya memimpin perusahaan milik negara.

"Harus WNA yang benar-benar profesional dan bisa memajukan perusahaan untuk kepentingan negara," ujhar Said kepada KONTAN, Jumat (19/12).

Said melihat ada keuntungan lain jika pemerintah menunjuk WNA profesional duduk di jajaran direksi BUMN. Keuntungan itu antara lain, keberadaannya bisa meminimalkan pengaruh intervensi dari luar seperti kepentingan politik.

Cuma, pendapatnya ini bukan berarti pesismistis jika ada orang pribumi yang kompeten memimpin BUMN. Said mencontohkan Ignatius Jonan yang dinilai sukses memimpin PT Kereta APi Indonesia, hingga membawa perubahan nyata diperusahaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×