kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.108   25,00   0,14%
  • IDX 6.156   64,67   1,06%
  • KOMPAS100 807   10,89   1,37%
  • LQ45 616   9,24   1,52%
  • ISSI 213   2,17   1,03%
  • IDX30 347   5,57   1,63%
  • IDXHIDIV20 428   5,39   1,28%
  • IDX80 92   1,29   1,42%
  • IDXV30 117   1,32   1,15%
  • IDXQ30 111   1,73   1,58%

Romli menilai KPK tidak maksimal mencegah


Selasa, 13 Oktober 2015 / 17:03 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Guru Besar Ahli Hukum Pidana Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita menilai, pencegahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak maksimal. 

" KPK kebanyakan menindak, tapi tidak mencegah," jelasnya, Selasa (12/10).

Romli menyarankan, agar tahap pencegahan efektif, ada baiknya KPK juga memasukkan koordinasi supervisi dengan dua lembaga hukum lainnya yaitu Kejaksaan Agung dan Polri.

Tidak hanya itu, koordinasi tersebut juga harus diawasi dan dievaluasi secara terus menerus, sehingga dapat dimaksimalkan.

Romli menilai, dengan maksimalnya pencegahan tersebut, negara bisa lebih hemat. Karena dalam penanganan satu kasus, menurut Romli, dana yang dikeluarkan sekitar Rp 735 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×