CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Resmi, PBNU minta pilkada serentak 2020 ditunda, berikut peryataan lengkapnya


Minggu, 20 September 2020 / 23:55 WIB
ILUSTRASI. Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj dalam pernyataan resmi minta agar pelaksanaan pilkada serentak 2020 ditunda pelaksanaannya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ss/pd/14


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi minta Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020. 

PBNU menyebut kasus Covid-19 di Indonesia meningkat pesat. PBNU minta Pilkada 2020 ditunda hingga kasus Covid-19 mereda.

Lewat pernyataan tertulis, Minggu 20/9,  yang ditandatangani Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menunda pelaksanaan tahapan Pilkada serentak tahun 2020 hingga tahap darurat kesehatan terlewati.

PBNU yakin penyelenggaraan Pilkada 2020 bakal mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Meski begitu, sulit dihindari konsentrasi massa pada kampanye Pilkada 2020.

 "Pelaksanaan Pilkada, sungguh pun dengan protokol kesehatan yang diperketat, sulit terhindar dari konsentrasi orang dalam jumlah banyak dalam seluruh tahapannya," lanjut pernyataan sikap PBNU.

Atas anggaran yang sudah dialokasikan, PBNU meminta dilakukan relokasi anggaran, seperti memindahkan anggaran pesta politik itu untuk mengurusi sektor kesehatan.

"Selain itu, Nahadlatul Ulama perlu mengingatkan kembali rekomendasi konferensi besar Nahdlatul Ulama tahun 2012 di Kempek, Cirebon, perihal perlunya meninjau ulang pelaksanaan Pilkada yang banyak menimbulkan madarat berupa politik uang dan politik biaya tinggi," tulis pernyataan sikap resmi PBNU itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×