kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.539   9,00   0,05%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Renovasi Sekolah Rakyat Tahap I Dimulai, 65 Sekolah Ditargetkan Kelar di Juli 2025


Rabu, 21 Mei 2025 / 09:20 WIB
Renovasi Sekolah Rakyat Tahap I Dimulai, 65 Sekolah Ditargetkan Kelar di Juli 2025
ILUSTRASI. Pemerintah menargetkan untuk penanganan infratruktur tahap pertama meliputi 100 sekolah yang ditargetkan selesai di sepanjang tahun 2025.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan penanganan infrastruktur untuk Sekolah Rakyat tahap pertama telah di mulai. Penanganan tahap I meliputi 100 sekolah yang ditargetkan selesai di sepanjang tahun 2025. 

"Dari 100 Sekolah Rakyat tahap I, sebanyak 65 sekolah sudah di mulai pekerjaan renovasi ringan hingga sedang (non struktur) sejak minggu lalu. Insya Allah 65 sekolah ini bisa diselesaikan awal Juli nanti," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Sarana Prasarana dan Infrastruktur Jaringan Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (20/5).

Dody merinci, 65 sekolah yang sudah mulai ditangani antara lain 13 sekolah di Sumatra, 34 di Jawa, 3 di Kalimantan, 8 di Sulawesi, 3 di Bali/Nusa Tenggara, 2 di Maluku Utara, dan 2 di Papua. Sedangkan untuk 35 sekolah lainnya pihaknya masih melakukan survei ke lokasi usulan. 

"Untuk 35 sekolah (lainnya) itu targetnya selesai September 2025, tapi akan kami usahakan agar bisa selesai pada Juli atau Agustus," ungkap Dody 

Baca Juga: Pemerintah Kebut Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat, Targetkan Tuntas Juni 2025

Dody menjelaskan, penanganan Sekolah Rakyat tahap I merupakan pekerjaan renovasi yang meliputi perbaikan struktur bangunan sekolah eksisting hingga penyediaan meubelair.

Sementara penanganan tahap kedua yang ditargetkan selesai tahun 2026, berupa pekerjaan pembangunan bangunan sekolah baru.

"Kita sudah memverifikasi 219 lokasi usulan tahap II, di mana 35 sudah disetujui, 69 belum disetujui antara lain karena sertipikat lahan belum lengkap, dan 115 tidak disetujui karena lahannya tidak sesuai ketentuan. Untuk yang tidak disetujui, kami akan meminta Kemendagri atau Kemensos untuk mengusulkan lokasi pengganti yang lebih sesuai," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×