kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Realisasi Subsidi Energi Capai Rp 10,2 Triliun Per Januari 2022


Selasa, 22 Februari 2022 / 20:49 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, realisasi anggaran subsidi energi telah mencapai Rp 10,2 triliun hingga Januari 2022, melonjak 347,2% dari Januari 2021.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi anggaran subsidi energi telah mencapai Rp 10,2 triliun hingga Januari 2022. Jumlah itu melonjak 347,2% dibandingkan belanja subsidi pada Januari tahun 2021 yang sebesar Rp 2,3 triliun.

“Belanja besar di Januari 2022 untuk subsidi. Jadi operasi APBN sangat nyata dalam melindungi masyarakat yaitu dari kenaikan harga energi yang melonjak sangat tinggi,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita yang digelar secara virtual, Selasa (22/2).

Sri Mulyani mengatakan, harga minyak mentah yang melonjak tinggi menyebabkan subsidi energi menjadi lebih besar, yang mencakup subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kg.

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Pembiayaan Investasi Rp 182,31 Triliun Tahun Ini

“APBN menjadi garda atau sarana melindungi masyarakat yang luar biasa dan tentu ini menjadi beban yang cukup nyata bagi APBN,” kata Sri Mulyani.

Sementara, subsidi non energi untuk pupuk penyalurannya masih sama dengan tahun 2021 yakni sekitar 0,7 juta ton per Januari 2022. Sedangkan untuk subsidi kredit usaha rakyat (KUR) meningkat menjadi Rp 23,16 triliun dibandingkan Januari tahun lalu yang senilai Rp 13,42 triliun.

Sri Mulyani juga mencatat, penyaluran subsidi bunga KUR juga meningkat menjadi 0,58 juta debitur dibandingkan pada Januari tahun lalu sebanyak 0,35 juta debitur. “Karena volume penyaluran KUR meningkat, maka belanja subsidi bunga KUR pasti juga meningkat,” katanya.

Baca Juga: APBN Surplus Rp 28,9 Triliun pada Awal Tahun 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×