Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto khususnya di sektor hilirisasi mencapai Rp 1.199,0 triliun. Angka ini terhitung sejak kuartal IV 2024 hingga September 2026.
Dalam perinciannya, realisasi investasi hilirisasi pada kuartal IV 2024 tercatat sebesar Rp 134,9 triliun, kemudian sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 584,1 triliun.
Terbaru, realisasi investasi hilirisasi selama Januari-September 2026 mencapai Rp 480,0 triliun.
Pemerintah menyebut sektor hilirisasi masih menjadi mesin penggerak masuknya investasi ke Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslaini mengatakan, selain pertumbuhan investasi secara keseluruhan, hilirisasi terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu penggerak investasi nasional.
Baca Juga: Realisasi Capaian Investasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Tembus Rp 3.923,2 Triliun
Sepanjang Januari-September 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp 480,0 triliun, tumbuh 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan berkontribusi sebesar 31,2% terhadap total realisasi investasi nasional.
Investasi hilirisasi tersebut didominasi sektor mineral dengan realisasi sebesar Rp 335,1 triliun, yang mencakup komoditas nikel sebesar Rp 118,9 triliun, bauksit Rp 115,7 triliun, besi baja Rp 40,8 triliun, tembaga Rp39,5 triliun, serta pasir silika Rp7,0 triliun.
“Kalau kami melihat trennya, tahun 2024 kontribusi hilirisasi itu 26%. Di 2026 triwulan ketiga itu sudah 34%, walaupun dari Januari ke September itu kontribusinya 31%. Tentunya kita akan tetap mendorong agar investasi ini terus meningkat menjadi investasi yang berkualitas dan juga bisa memberikan dampak yang positif seperti penyerapan tenaga kerja”, ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Di luar sektor mineral, realisasi investasi hilirisasi pada Januari - September 2026 juga mencakup sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp 54,0 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp 7,3 triliun. Capaian ini menggambarkan semakin luasnya pengembangan hilirisasi pada berbagai komoditas potensial Indonesia.
Dari sisi persebaran wilayah, sebanyak 78% investasi hilirisasi atau senilai Rp 373,1 triliun terealisasi di luar Jawa. Lima provinsi dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar adalah Sulawesi Tengah sebesar Rp 100,4 triliun, Maluku Utara Rp 84,1 triliun, Jawa Barat Rp 36,9 triliun, Kalimantan Barat Rp 35,4 triliun, dan Sulawesi Tenggara Rp 27,9 triliun.
Pada Triwulan III 2026, investasi hilirisasi mencapai Rp 179,9 triliun, meningkat 19,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa hilirisasi semakin berperan dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas di dalam negeri.
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, METI Beri Catatan Kelangkaan BBM dan Blackout Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














