Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di sektor hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp 584,1 triliun, tumbuh 43,3% secara tahunan. Capaian tersebut berkontribusi 30,2% terhadap total realisasi investasi nasional 2025 yang sebesar Rp 1.931,2 triliun.
Dari sisi sektor, investasi hilirisasi masih didominasi oleh sektor mineral dengan nilai Rp 373,1 triliun. Selanjutnya disusul perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 144,5 triliun, minyak dan gas bumi Rp60 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp 6,4 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menilai akselerasi hilirisasi kini tidak hanya terjadi di sektor mineral, tetapi juga mulai merambah sektor lainnya.
Baca Juga: BKPM, Danantara, dan Kadin Promosikan Investasi RI di WEF Davos 2026
“Hilirisasi di berbagai sektor berjalan sangat baik dan terakselerasi. Sekarang tidak hanya mineral, kami juga mendorong perkebunan dan kehutanan yang sekarang nilainya juga cukup tinggi. Di perikanan dan kelautan juga kami yakin nilainya akan mengalami peningkatan,” ungkap Rosan belum lama ini.
Secara regional, Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan kontribusi investasi hilirisasi terbesar, diikuti oleh Maluku Utara, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Sementara dari sisi sumber investasi, penanaman modal asing (PMA) masih mendominasi dengan porsi 73,5% atau Rp 429,6 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 154,5 triliun atau 26,5%.
Ke depan, pemerintah menegaskan akan terus mendorong peningkatan kualitas investasi melalui penguatan hilirisasi, pengembangan industri berbasis energi bersih, serta penyederhanaan perizinan dan peningkatan kepastian berusaha. Langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum investasi pada 2026 sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami mempunyai keyakinan yang sangat tinggi bahwa investasi akan terus berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang berkelanjutan, berkesinambungan, dan merata. Tentunya tugas ini tidak akan bisa kami capai jika tidak berkolaborasi bersama-sama,” pungkas Rosan.
Selanjutnya: Skema Ponzi DSI Terbongkar, OJK Temukan Delapan Indikasi Kuat Fraud
Menarik Dibaca: 12 Buah yang Bisa Turunkan Kolesterol dengan Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
